Cegah Ancaman Intoleransi, PGI dan Gusdurian Training Penggerak Perdamaian

40 peserta training penggerak perdamaian saat doa bersama di Makam Gus Dur

KANALINDOENESIA.COM, JOMBANG : Sebanyak 40 orang tiba-tiba serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Rabu (12/7), di Makam KH. Abdurrahman Wahid (red: Gus Dur) Tebuireng Jombang. Mereka yang datang dari berbagai wilayah di Pulau Jawa merupakan peserta training penggerak perdamaian dan toleransi yang diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan GUSDURian Jombang.

Aan Anshori selaku kordinator panita, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan bahwa ancaman intoleransi yang memecah belah bangsa sudah sangat kasat mata dan membahayakan NKRI. Diperlukan upaya konkrit menyiapkan sebanyak mungkin kader penggerak untuk menangkal ekstrimitas agama yang sanggup bekerja secara organik di komunitas.

“Makam Gus Dur adalah destinasi wajib bagi siapapun yang ingin mencecap semangat membangun kebhinnekaan di Indonesia,” katanya.(13/07/2017)

Masih menurut penjelasan Aan, para peserta yang hadir di makam, berasal dari hampir seluruh agama atau keyakinan yang ada, mulai dari penganut agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Islam dan Penghayat Kepercayaan. Setiap perwakilan memanjatkan doa sesuai kepercayaannya masing-masing. Selain membawa bunga untuk ditabur, tidak sedikit dari mereka yang membawa hio ke pusara.

Lanjut Aan, setelah doa selesai dipanjatkan, para peserta selanjutnya menyanyikan lagu Padamu Negeri secara bersama-sama. Bahkan peristiwa tidak lazim ini sempat menyita perhatian ratusan peziarah lain yang juga hadir di makam Gus Dur. Banyak diantara mereka yang mengabadikannya.

Pdt. Penrad Siagian, perwakilan PGI, ketika ditanya terkait sosok seorang Gus Dur menurut pandangannya, pihaknya mengatakan, “Gus Dur, saya kira, milik semua orang yang mencintai bangsa ini dengan seluruh keragaman yang ada di dalamnya. Kami hadir untuk belajar dari semangat Gus Dur,” tuturnya sebelum memulai memimpin doa.

Dari pantauan kanalindonesia.com, setelah dari Tebuireng, rombongan ini selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju GKJW Mojowarno dan Pura Amarta Bhuana Ngepeh Ngoro.(elo)