BPD Laporkan Kasus Korupsi ke Kejari Jombang, Kompak Kasi Pidsus dan Kasi Intel : Belum Ada Disposisi ke Saya

BPD Desa Sukorejo Kecamatan Perak saat melapor di Kejari Jombang.(ang)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta warga Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang Jawa Timur, melaporkan Kaswar (61), Kepala Desa (Kades) setempat ke  Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi Pendapatan Asli Desa (PAD) yang berasal dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) sebuah perusahan pakan ternak, serta melakukan pungutan liar (pungli) kepada pengelola rumah pemotongan hewan (jagal) di desa setempat, Rabu (12/7).

Namun ternyata laporan warga ini belum sampai di meja Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jombang. Hal ini seperti diungkapkan Kasi Pidsus Adi Wibowo saat dikonfirmasi wartawan terkait tindak lanjut atas laporan warga. “Belum ada disposisi ke saya. Bisa jadi masih dikaji di Intel atau masih di penerima saat itu. Saya sendiri masih di Surabaya,” kata Adi Wibowo melalui sambungan ponselnya, Kamis 13 Juli 2017 petang.

Sementara itu Nurngali selaku Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jombang, saat dikonfirmasi melalu aplikasi WhatsApp (WA), pihaknya mengaku sedang ada kegiatan di Surabaya. “Belum tau, ini lagi ada giat di Surabaya,” katanya.(13/07/2017)

Ketika disinggung terkait apa ada langkah yang diambil oleh pihaknya mengenai laporan BPD Sukorejo tentang adanya dugaan korupsi yang dilakukan Kades Kaswar, pihaknya menuturkan bahwa belum ada tindakan karena pihaknya masih belum menerima berkas laporan tersebut.” hingga sekarang belum ada disaya,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kaswar (61), Kepala Desa (Kades) Sukorejo Kecamatan Perak dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat oleh warganya sendiri, Rabu (12/7). Warga menduga sang Kades melakukan tindak pidana korupsi Pendapatan Asli Desa (PAD) berasal dari dana CSR (Corporate Sosial Responsibility) sebuah perusahan pakan ternak sebesar Rp 45 juta dan melakukan pungutan liar (pungli) kepada pengelola rumah pemotongan hewan (jagal) di desa setempat.(elo)