Goa Sriti, Tempat Wisata Baru Yang Mulai Ramai Dikunjungi

tempat wisata Goa Sriti di Dusun Sidolegi Desa Sumberjo Kecamatan Wonosalam. (ang)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Meski sudah banyak lokasi wisata yang ditemukan, kini ada satu lagi tempat wisata baru yang mulai ramai dikunjungi warga untuk menjadi tujuan rekreasi. Tempat wisata baru itu bernama Goa Sriti yang ada di Dusun Sidolegi, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Goa tersebut berada di lembah Pegunungan Anjasmoro. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 20 menit dari lokasi parkir kendaraan. Dalam perjalanan menuju goa, wisatawan bisa menikmati keindahan alam khas pegunungan. Bahkan bisa melihat aliran sungai jernih dari jalan tersebut.

pengunjung yang datang ke wisata goa sriti

“Ini murni warga sekitar yang memiliki inisiatif untuk mengelolanya. Kami yang membuat jalan setapak menuju lokasi goa. Kemudian kami juga bangun tempat-tempat swafoto (selfie) untuk pengunjung di pohon. Ada tempat duduk untuk santai menikmati suasana pegunungan,” kata Dadang Hariyanto, salah satu pemandu wisatawan yang juga warga setempat, Jumat 14 Juli 2017.

Menurut Dadang, goa yang cukup besar ini memiliki ruang-ruang dalam yang jarang terjamah warga. Penamaan Goa Sriti sendiri karena banyak terdapat sarang burung sriti di dalam goa.

“Selain itu, ada dua ruang khusus untuk semedi di dalam goa ini. Itu ada bekas pembakaran dupa dan kemenyan,” tuturnya.

area spot foto yang masih sangat sederhana dan dibuat oleh warga setempat

Untuk wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Goa Sriti, menurut Danang saat ini tidak dipungut biaya. Hanya saja, pengunjung harus membayar jasa parkir Rp 5000 untuk tiap kendaraan. “Kalau kedepannya semakin banyak pengunjung, kami khawatir akan diambil alih pemerintah. Padahal ini murni hasil karya dan inisiatif warga tanpa dukungan pemerintah,” tandas Dadang.

Sementara Nurul Hidayat (31), salah satu pengunjung ber-KTP Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo mengaku sudah lebih dari dua kali datang untuk sekedar bersantai dan swafoto bersama keluarga. “Saya kelahiran sini (Wonosalam). Pindah domisili ke Sidoarjo sejak berkeluarga. Setiap pulang (ke Wonosalam) sering main ke sini dengan anak dan istri,” ungkapnya.

Bapak satu anak yang akrab dipanggil Bajul ini mengakui jika daerah Wonosalam memiliki banyak potensi wisata alam. “Andaikata pemerintah daerah setempat jeli, Kecamatan Wonosalam tidak hanya terkenal dengan buah duriannya saja dan hanya tenar setiap Kenduri Durian saja. Banyak tempat yang bisa “dihidupkan” untuk tempat wisata alam,” pungkasnya. (elo)