Kasat Reskrim Polres Jombang : Pengroyokan TNI, Dua Orang Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Usai memeriksa 15 orang saksi, Satreskrim Polres Jombang akhirnya menetapkan dua orang saksi yang kini statusnya menjadi tersangka dalam kasus pengeroyokan dua aparat TNI Serda MK dan Kelasi Dua RN, pada Minggu (9/7) malam lalu. Mereka yang menjadi tersangka yakni AG dan MN, yang keduanya warga Dusun Mojokuripan, Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Jombang Jawa Timur.

Hal ini dibenarkan oleh Kasatreksrim Polres Jombang yakni, AKP Wahyu Norman Hidayat pada kanalindonesia.com pihaknya menjelaskan bahwa, penetapan status tersangka kepada AG dan MN lantaran keduanya melakukan pemukulan serta melakukan aksi provokasi sehingga meyebabkan keributan.

“Keterangan saksi-saksi menguatkan jika dua orang ini melakukan pemukulan dan sebagai provokator sehingga keributan besar pecah,” kata Norman, Jumat 14 Juli 2017.

Lanjut Norman, kendati sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka, pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus yang juga mengakibatkan kerusakan terhadap rumah satu anggota TNI lainnya berinisial YS, serta aksi penjarahan burung peliharaan di rumah salah satu perangkat desa. “Pemeriksaan masih kita lanjutkan. Bisa jadi akan ada tersangka lain dalam kasus ini,” tegasnya

Akibat perbuatannya, AG dan MN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di tahanan Mapolres Jombang. “Dua tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara,” tukas Norman.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pemuda yang diduga kuat dalam pengaruh minuman keras alias mabuk, nekat mengkroyok dua anggota TNI. Para pemuda ini sebelumnya terlibat keributan di area parkir saat ada pertunjukkan kuda lumping di rumah salah satu warga Desa Jogoloyo Kecamatan Sumobito, Minggu (9/7) malam.

Saat ditegur oleh Kelasi Dua Re, para pemuda ini justru mengeroyok anggota TNI tersebut. Tidak hanya itu, pengroyokan juga menyasar Serda MK yang tak lain ayah dari Kelasi Dua RD.(elo)