Pembangunan Proyek BBWS, Di Jombang Bermasalah

pembangunan proyek tanggul pengendali banjir sungai gunting Jombang yang dikerjakan oleh BBWS

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Pembangunan tanggul pengendali banjir sungai gunting di Kabupaten Jombang, yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, masih menyisahkan sejumlah polemik dilapangan, mulai dari  belum adanya ijin untuk alat berat mesin cran pancang dan excavator yang menggunakan jalur rel kereta PT. KAI wilayah Daop 7 Madiun, hingga belum adanya papan proyek dan direksi keet yang merupakan syarat wajib dalam pelaksanaan sebuah pembangunan proyek. Hal ini dikarenakan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dan konsultan pengawas proyek dari PT. Indra Karya.

Supriyanto selaku Humas PT KAI Daop 7 Madiun, mengaku bahwa hingga kini belum ada permohonan ijin masuk ke Daop 7, terkait izin melintas alat berat excavator mesin pancang yang dilakukan oleh pihak pelaksana pekerjaan pembangunan tanggul sungai gunting, diwilayah Sumobito.”belum ada izin terkait melintas untuk alat berat,” katanya.

Sesuai dengan adanya Peraturan Mentri PU 12/PRT/M/2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan, harusnya pihak BBWS maupun pelaksana proyek patuh dan taat sesuai regulasi tersebut.

Sementara itu salah satu pekerja proyek tanggul pengendali banjir kali gunting saat ditemui kanalindonesia.com, di lapangan, yang namanya enggan untuk dipublikasikan mengaku bahwa pihak Konsultan pengawas dari PT Indra Karya dan pengawas dari pemerintah memang jarang ke lokasi pekerjaan proyek tersebut.” iya mas konsultan dari PT dan pemerintah memang jarang ngawasi di sini,” ujarnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.(elo)