Polisi Limpahkan Kasus Korupsi Kelurahan Setengah Miliar

Kasi Pidsus Kejari Kediri Kota, Abdul Rasyid ( istimewa)
Kasi Pidsus Kejari Kediri Kota, Abdul Rasyid ( istimewa)
KANALINDONESIA.COM : Penyidik Polresta Kediri akhirnya melimpahkan kasus dugaan korupsi lelang tanah kas desa (TKD) dengan tersangka mantan bendahara Kelurahan Pesantren Kota Kediri tahun 2012 – 2013, Didik Prihantoro (47) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, Selasa (19/07/2016) .

Pria berstatus sebagai PNS tersebut telah menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana lelang tanah kas desa (TKD) selama dua tahun berturut-turut, yakni, tahun 2012 dan 2013.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kediri, Abdul Rasyid mengatakan, pihaknya menerima limpahan tersangka dari Polres Kediri Kota. Selanjutnya, pihak kejaksaan akan menahan tersangka selama 20 hari.

“Rencananya akan kita tahan selama 20 hari. Kurun waktu ini, kita manfaatkan untuk mempersiapkan agenda sidang,” katanya, Selasa (19/07/2016).

Dijelaskan Rsyd, tersangka Didik bertindak sebagai bendahara panitia lelang tanah kas desa, peralihan Desa Pesantren menjadi Kelurahan Pesantren. Untuk nilai hasil lelang tahun 2012 sebesar Rp 339.764.000, sedangkan tahun 2013 sebesar Rp 451.764.000.

“Uang hasil sewa lahan melalui mekanisme lelang tersebut seharusnya distor ke kas daerah (kasda) Pemerintah Kota Kediri. Namun, oleh tersangka hanya distor sebagian saja. Sehingga negara dirugikan Rp 475.540.168,” ungkap Kasi Pidsus

Tersangka Didik yang berada di depan ruang Unit Pidsus Kejaksaan Negeri Kediri enggan dikonfirmasi. Dia mengaku, telah menyerahkan segala persoalan tersebut ke aparat kepolisian.

Terpisah, Ander Sumiwi, SH, selaku kuasa hukum yang ditunjuk kepolisian dalam pelimpahan tahan dua ini mengaku, kliennya Didik mengakui sebagian dana hasil sewa lelang TKD tidak disetorkan ke kasda. Namun demikian, ia telah mengembalikan sebagian dari dana itu.

“Dana yang tidak disetor itu selama dua pereode, senilai Rp 400 jutaan. Tetap, beliau sudah berusaha mngembalikan sekitar Rp 70 juta, dan sisanya belum karena keterbatasan finansial,” pungkasnya.

(Gendut marmoyo)