Raperda PLP2B Belum Kelar, Ini Dampaknya

Alat berat yang melakukan pengurukan di atas lahan pertanian untuk Industri

KANALAINDONESIA.COM, JOMBANG : Akibat ditundanya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), lahan pertanian yang ada di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang Jawa Timur, akan didirikan gedung indurtri. Dari pantauan kanalindonesia.com di lapangan, Senin 17 Juli 2017, tampak  aktifitas pengurukan tanah di lahan pertanian tersebut.

Darsono warga setempat, mengaku bahwa aktifitas pengurukan ini dilakukan dengan tujuan akan didirikannya industri penetasan telur, sementara di sebelah lokasi tersebut tampak persawahan padi siap panen.“Akan di pakai pabrik penetasan telur mas, luasnya sekitar 27 ribu meter persegi. Tanah ini katanya sudah di beli oleh pihak pabrik dan dibayar sebelum lebaran kemarin,” kata Darsono.

Masih menurut penjelasan Darsono yang merupakan penjaga pekerjaan tersebut mengklaim, bahwa warga dusun setempat sudah dilibatkan proses pembahasan rencana pembangunan industri tersebut. “Sudah dilibatkan mas, waktu itu memang ada wacana kalau berdiri industri yang dianggap mengganggu lingkungan akan ditolak, tapi kalau penetasan telur kan ndak,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Watudakon saat akan dikonfirmasi tentang proses berdirinya industri tersebut sedang tidak berada di kantor desa. Ketika di hubungi lewat sambungan telpon pun belum dijawab.

Mengenai berdirinya industri dilahan pertanian tersebut, salah satu wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang mengatakan belum mengetahui proses  berdirinya industri di atas lahan pertanian itu.

“Saya juga tidak tahu alur pelepasan lahan eks (tanah) gogol tersebut. Justru warga menanyakan ke saya, asumsi saya, karena kurangnya informasi atau sosialisasi hingga  menjadi pertanyaan oleh warga,” ujar Minardi yang merupakan politisi asal partai Demokrat tersebut.(elo)