Pemilik Konter Hp Ditemukan Meninggal dalam Mobil di Parkiran Sun City Mall Madiun

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Pengunjung Sun City Mall Madiun dikejutkan dengan ditemukanya Nur Hantama(34) warga Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Madiun yang meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova Nopol AE 1273 EQ di tempat parkir atau basement Sun City Mall, Kota Madiun, Minggu (16/07/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan petugas keamanan yang sedang melakukan patroli sebelum pergantian shift jaga.

“Yang pertama kali mengetahui satpam, saat pergantian shift, ekitar pukul 20.00,” kata Kesatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro saat dikonfirmasi, Senin (17/07/2017).

Mengetahui korban yang sudah tak bernyawa tersebut, petugas keamanan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kartoharjo. Selanjutnya, anggota Polsek Kartoharjo bersama anggota Polres Madiun Kota mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Setelah dilakukan olah TKP, ternyata barang-barang berupa aksesoris ponsel, uang jutaan rupiah, dan ponsel masih ada. Cuma kondisi korban sudah meninggal,”jelas Logos.

Dikatakannya, saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi duduk menyandar di kursi jok mobil.

“Diperkirakan sekitar satu hari. Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB dia masuk, dan diketemukan minggunya sekitar pukul 20.00 WIB,” katanya.

Selanjutnya korban dibawa ke IGD RSUD dr Soedono untuk dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokkes dan Inafis Polres Madiun Kota.

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan luka ataupun tindak kekerasa pada tubuh korban.

“Hanya ada sedikit darah dan cairan di rongga mulut yang disebabkan proses pembusukan di dalam rongga mulut,” katanya.

Diduga korban kecapekan dan memiliki penyakit dalam. Korban yang sudah memiliki seorang anak, hampir setiap hari pergi pulang ke rumah istrinya Ngawi dan ke tempat kerjanya di Madiun.
Selain itu, saat dilakukan olah TKP tidak ditemukan obat-obatan dan minuman beralkohol di dalam mobil.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

“Indikasi penyakit jantung ada, tapi pihak keluarga sudah menerima dan tidak mau dilakukan otopsi,” ujarnya.(*)