Diduga Ada Aktifitas Galian Ilegal Di Dalam Pabrik DMC Kesamben

aktifitas kendaraan yang keluar masuk industry penetasan telor ayam DMC Gumulan Kesamben Jombang, yang memuat tanah urug untuk dibawa ke Watudakon

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Aktifitas pengerukan tanah yang dilakukan oleh pelaksana proyek di dalam pabrik industry penetasan telor ayam DMC di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, diduga tidak mengantongi izin, alias illegal.

Hasil pengerukan tanah tersebut digunakan untuk pengurukan lahan pertanian yang rencananya akan didirikan industry penetasan telor ayam DMC yang ada di Desa Watudakon, Kesamben.

Ahmad Hudan selaku kepala Desa (Kades) Gumulan saat dikonfirmasi oleh kanalindonesia.com, pihaknya mengaku kurang paham dengan adanya aktifitas penggalian tanah di dalam pabrik tersebut, apakah itu termasuk pelanggaran hukum atau bukan.” Saya sudah melaporkan soal kejadian ini (red : aktifitas pengerukan tanah), ke Polsek maupun Camat, namun juga belum mendapatkan respon,” ujarnya.(18/07/2017)

Lanjut Hudan, bahkan pihaknya sudah pernah menemui pihak pelaksana proyek untuk mengingatkan hal ini, dan segera berkordinasi dengan dinas terkait.” Saya pernah temui pak Andi biar mereka kordinasi dulu dengan dinas terkait, karena saya juga tidak tahu apakah ini melanggar hukum atau tidak,” ujarnya.

Masih menurut Hudan, saat saya temui pihak pelaksana proyek mereka hanya berdalih membuang limbah tanah, dan ini bukanlah galian C.” kalau mau menghentikan saya gak berani karena tidak tahu dasar hukumnya, apakah membuang limbah tanah termasuk galian C. jadi saya sarankan ke dinas terkait saja, tapi pihak mereka juga tidak mengindahkan,” tukasnya.

Andi selaku pelaksana proyek, membantah bahwa aktifitas pengerukan tanah yang dilakukannya  adalah aktifitas galian C illegal.” Apakah membuang limbah tanah untuk dipindahkan ke Watudakon itu melanggar hukum mas?,” tanyanya.

Imbuh Andi, aktifitas pengerukan tanah ini yang jelas tidak kami komersilkan, bahkan kami juga berikan pada warga yang membutuhkan.” Warga yangbbutuh tanah boleh ambil tanah ini, tapi bayar ongkos muat sendiri mas,” pungkasnya.

Sementara itu Intan (26) warga sekitar mengaku terganggu dengan adanya aktifitas pengerukan lahan yang dilakukan oleh pelaksana proyek di dalam pabrik penetasan telor ayam DMC tersebut.” Banyak kendaraan keluar masuk ke areal pabrik yang mengangkut tanah urug yang dibawah ke Watudakon, jalannya jadi berdebu mas banyak tanahnya,” katanya.(elo)