DLH Jombang Belum Ada Izin Baru Galian Di Kesamben

aktifitas galian pengerukan tanah dengan alat berat yang ada di Gumulan Kesamben Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, aktifitas pengerukan tanah yang dilakukan oleh pelaksana proyek di dalam pabrik industry penetasan telor ayam DMC di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, diduga illegal. Pasalnya dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang belum mendapatkan pemberitahuan adanya penerbitan izin galian baru dari Provinsi.

Yudi selaku Kepala DLH Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon seluler, terkait adanya aktifitas pengerukan tanah di Desa Gumulan Kesamben, pihaknya menuturkan bahwa belum ada laporan masuk untuk penambahan izin galian di Jombang. “ Untuk yang ada di gumulan besok kita akan kirim petugas ke sana untuk melakukan pengecekan mas,” katanya.

Saat ditanya apakah kegiatan pengerukan yang dilakukan pelaksana proyek penetasan telor ayam DMC di Gumulan merupakan aktifitas tambang illegal, Yudi belum bisa memastikan apakah itu illegal atau tidak, yang jelas belum ada izin, yang masuk.” Kita harus cek kondisi alamnya dulu mas, besok kita cek yang di Gumulan yam as,” tukasnya.

Sementara itu Ahmad Hudan selaku kepala Desa (Kades) Gumulan saat dikonfirmasi oleh kanalindonesia.com, pihaknya mengaku kurang paham dengan adanya aktifitas penggalian tanah di dalam pabrik tersebut, apakah itu termasuk pelanggaran hukum atau bukan.” Saya sudah melaporkan soal kejadian ini (red : aktifitas pengerukan tanah), ke Polsek maupun Camat, namun juga belum mendapatkan respon,” ujarnya.

Imbuh Hudan, pihaknya juga menyarankan pada pihak pelaksana proyek untuk menghentikan kegiatannya, sementara waktu sambil menunggu penjelasan dari Dinas terkait, apakah aktifitas tersebut melanggar hukum atau tidak.

Dari pantauan kanalindonesia.com, puluhan armada dump truk nampak mondar mandir di sekitar area Desa Gumulan dan Watudakon Kesamben Jombang.

Bahkan, warga setempat mengeluh dengan adanya aktifitas yang dilakukan oleh pelaksana proyek yang mengeruk tanah di dalam pabrik dan dibuat untuk pengurukan cabang pabrik di Desa Watudakon, bahkan warga sempat melarang sejumlah kendaraan yang melintas karena jalan rusak dan berdebu.” Banyak debu dan jalannya rusak,” ungkap Intan salah satu warga setempat.(elo)