Pengakuan RAN, Ribuan Pil Dobel L Akan Diedarkan Kepada Remaja Dan Pelajar

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Ribuan obat terlarang jenis pil dobel L yang berhasil disita dari tangan RAN(22) remaja asal Desa Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi ini rencana akan diedarkan dengan sasaran remaja dan pelajar yang ada diwilayah desanya.

Mengingat harganya sangat terjangkau yakni setiap 1 strip berisi 10 butir pil koplo dijual seharga Rp 30 ribu kepada konsumen. Dan ribuan butir barang haram ini ia beli dari kawasan pertokoan farmasi di wilayah Solo, Jawa Tengah.

“Sasaran konsumen RAN ini mengarah pada remaja dan pelajar yang ia kenal terutama yang berada disekitar desanya. Dan harganya pun sangat murah dan terjangkau,” terang Kassubag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono saat press release, Rabu (19/07/2017).

Jelasnya yang didampingi KBO Satreskoba Polres Ngawi Ipda Jais Bintoro, RAN telah melakukan praktek penjualan pil koplo sejak Desember 2016. Anehnya lagi, RAN malah mengaku jika mengkonsumsi barang ‘daganganya’ tersebut justru masuk angin.

“Sekarang ini yang bersangkutan langsung ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kepemilikan ribuan pil koplo itu,” ucap AKP ES Martono.

Seperti diketahui sebelumnya, petugas Satreskoba Polres Ngawi berhasil membekuk RAN di pinggiran jalan masuk Dusun Ngariboyo, Desa Manisharjo, setelah petugas melakukan penyamaran sebagai konsumen sekitar pukul 22.00 WIB pada Minggu lalu, 916/07).

Ketika digeledah ditemukan barang bukti berupa ribuan pil koplo seperti 1.031butir Trihexyphenedyl plus 347 butir pil Tramadol, uang tunai Rp 231 ribu dan satu unit handphone. Dengan adanya bukti yang dimiliki petugas, RAN langsung dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (dik)