Tim Pora Razia Tenaga Kerja Asing di Lamongan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, Rabu (19/7/2017) menggelar razia Tenaga Kerja Asing (TKA) disejumlah perusahaan di Lamongan, Jawa Timur.

Razia Tenaga Kerja Asing (TKA) ini dilakukan bersama kepala kesbangpol Sudjito, TNI, Disnaker dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lamongan.

Petugas merazia sejumlah Perusahaan diantaranya merazia TKA di pabrik sepatu New Era. Terdapat lima TKA asal China yang bekerja sebagai tenaga kontrak. Namun kelimanya dilengkapi dengan dokumen keimigrasian dan ijin resmi.

“Nggak ada temuan yang menyalahi, tadi sedikit banyak instansi lain mungkin dari Disdukcapil mengenai lapor domisili. Kekurangannya nanti dilampirkan, secara imigrasi tidak ada,” tegas Arief PLH Imigrasi Tanjung Perak Surabaya.

 

Setelah tidak menemukan TKA Bermasalah di perusahaan sepatu, petugas pun melanjutkan razianya ke PT WIN dan PT City Plum di jalan raya Lamongan-Gresik. Disana pun petugas tidak menemukan adanya TKA yang bermasalah dengan kepemilikan dokumen.

Lalu petugas juga merazia Kampus Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang juga diduga ada mahasiswa asing yang berkuliah di kampus tersebut, namun hasil pun nihil.

Arief menambahkan, keberadaan TKA harus terus dipantau setiap tahunnya. Karena pemegang ijin tinggal terbatas, dan harus diperpanjang.

“Tenaga kerja ahli, karena mereka pemegang ijin tinggal terbatas. Izin mempekerjakan tenaga kerja asing kan bukan tenaga kerja kasar tapi tenaga kerja ahli,” terangnya.

Adapun keberadaan TKA di Lamongan sebanyak 93 orang yang bekerja di 16 perusahaan. Kebanyakan TKA berasal dari China dan india. Namun ke 93 TKA tersebut seluruhnya memiliki dokumen lengkap dan kepemilkan ijin tinggal.

Selain itu, Kepala Kesbangpol Sudjito mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap TKA yang ada di Kota Lamongan dengan menyisir tempat kerja yang ditengarai sebagai tempat tinggal TKA ilegal.

Meski tidak ditemukan adanya warga negara asing ilegal, pemeriksaan dan pengawasan ini juga untuk mencegah tindak kriminalitas dan penyelahgunaan visa kunjungan ke indonesia. (fer)