Pemkot Diduga Tipu DPRD Agar Program Terealisasi

Haryanto ketua Komisi A DPRD Kota Kediri dari fraksi PDIP
Haryanto ketua Komisi A DPRD Kota Kediri dari fraksi PDIP
KANALINDONESIA.COM Bantahan Pemerintah Kota ( Pemkot) Kediri terkait seminar dan Launching Harmony kota kediri ternyata pengajuanya ke DPRD kota kediri diduga penuh rekayasa, pasalnya pihak pemerintah tak menyebut kegiatan yang akan dilakukan serta anggaran yang diajukan,ironisnya pihak dewan hanya diberi waktu 10 hari untuk mempelajari RAPBD setebal 500 halaman.

Harianto Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri dalam keteranganya membenarkan adanya rekayasa pihak pemerintah terkait pengajuan kegiatan Seminar KPAD dan Launching ” Memang benar pihak Pemda mengajukan ke DPRD namun mereka tak menyebut Seminar dan Launching serta anggaran tak disebutkan, kalau tahu dibuat seperti ini ya kita corett tentunya kegiatan tersebut ‘ kata Harianto saat ditemui di ruangannya

Harianto juga mengatakan idealnya pengajuan pihak Pemda akan RAPBD sesuai aturan 40 hari, dan dalam waktu tersebut pihak dewan bisa membahas dan mengoreksi sesuai komisi masing masing ” lha dewan cuma dikasih waktu sepuluh hari untuk mengoreksi dan membahas RAPBD setebal 500 halaman mana mungkin bisa ” kata Harianto

Terpisah akademesi dan juga Konsultan APBD J.Siwanto dalam keteranganya mengatakan, jika memang sudah diajukan ke dewan kenapa mesti diributkan ” bisa dibilang dewan Kecolongan dengan kegiatan Pemda ” ungkap Siswanto melalui telepon selulernya Minggu 17/07

Lebih lanjut Siswanto mengatakan, memang ideal dan sesuai aturan pembahasan APBD tersebut 40 hari dimeja dewan dan dewan mempunyai waktu mengkoreksi RAPBD.” biasanya permainan Pemda memang begitu mengajukan dengan tenggang waktu singkat agar pihak dewan tak bisa mengoreksi secara detail.” Kata Joko

Joko juga menambahkan jika memang dewan Mempertanyakan kegiatan tersebut dan terlanjur berjalan seharusnya dewan melakukan Hearing setelah kegiatan selesai . Imbuh siswanto

Selain itu Siswanto juga menyayangkan Dengan besaran anggaran yang dibuat Pemkot kediri, pasalnya kegiatan tersebut juga melibatkan pemerintah lain seharusnya anggaran tak hanya dari Pemkot Kediri ” sharing anggaran dengan propinsi kan bisa , karena pesertanya semua daerah yang ada di Jatim ” kata Siswanto

Selain itu tiap daerah kan menjadi anggota APEKSI, sharing anggaran dengan organisasi kan bisa. Pungkas Siswanto.

Gendut marmoyo