Ribuan Warga Ngawi dan Sekitarnya Padati Jalur Kirab Pusaka dan Gunungan

Prosesi Kirab Pusaka Kabupaten Ngawi yang dikawal Prajurit Bergoto dari Kraton Solo ( foto : dik_kanalindonesia.com)
Prosesi Kirab Pusaka Kabupaten Ngawi yang dikawal Prajurit Bergoto dari Kraton Solo ( foto : dik_kanalindonesia.com)
KANALINDONESIA.COM : Ribuan warga masyarakat Ngawi dan sekitarnya tumpah ruah di jalan yang dilalui kirab Pusaka dan Gunungan atau sedekah bumi , Rabu(20/07/2016).

Dari pantauan sejak pagi disepanjang jalan yang bakal dilintasi Kirab Pusaka maupun Gunungan dalam rangka HUT Kabupaten Ngawi ke-658 dipenuhi warga dan pelajar mulai setingkat SD hingga SMA.

Mereka mengaku penasaran terhadap salah satu perhelatan akbar budaya milik Kabupaten Ngawi tersebut.

“Wah luar biasa kalau bisa acara seperti ini digelar setiap tahun lah. Saya kira bagus banget untuk memperkenalkan warisan budaya terutama anak-anak,” terang Novi Indrianti perempuan asal Magetan, Rabu (20/07/2016).

Sementara itu Kirab Pusaka dan pengarakan dua Gunungan yang terdiri Gunungan Jaler dan Estri dimulai dari Balai Desa Ngawi Purba, Kecamatan Ngawi Kota atau sekitar 5 kilometer dari Kota. Untuk rute yang dilalui mulai Jalan Cepu, Jalan Sukowati, Jalan Yos Sudarso dan berakhir di Alun-Alun Merdeka Ngawi.

Sedangkan pusaka yang dikirab yang usianya sudah ratusan tahun meliputi dua Tumbak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit selain itu Payung Tunggul Warono dan Tunggul Wulung. Prosesi kirab itu sendiri diawali Prajurit Bergoto sebanyak 160 orang dari Kraton Solo disusul para Senopati 6 orang masing-masing menunggang kuda serta Manggoloyudho 1 orang.

Tepat dibelakangnya Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang dan Wakilnya Ony Anwar demikian juga para abdi dalem yang terdiri para kepala SKPD dengan menaiki kereta kuda. Tidak ketinggalan para kepala Unsur Pimpinan Daerah (Unspinda) pun hadir mulai dengan menaiki kereta dokar mulai Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dan Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi hingga Komandan Kodim 0805.

Sesuai kronologinya, pusaka yang dikirab dipimpin oleh Manggoloyudho Ki Sugito dan diserahkan ke Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang tepat di halaman depan Pendopo Wedya Graha Ngawi. Dan setelahnya baru rebutan Gunungan setinggi 2 meter baik Jaler maupun Estri dimulai. Hanya kurang dari 5 menit kedua gunungan yang berisi hasil bumi mulai sayur dan buah ludes diserbu ratusan warga.

“Hanya satu kata betul-betul spetakuler mudah-mudahan acara seperti kirab pusaka dan gunungan ini terus digelar tetapi tentunya mendasar waktu yang telah ditentukan yakni empat tahun sekali. Untuk gunungan itu sendiri sesuai filosofinya sebagai sedekah bumi akan kemakmuran yang kita miliki dan dibagikan kepada warga,” ujar Kanang panggilan akrab Bupati Ngawi.

(dik)