Ini Cara TNI Dan Polairut Mencegah Radikalisme

KANALINDONESIA.COM, TUBAN; Dalam menangkal aksi radikalisme yang berkembang di indonesia, TNI Tuban, dan Polairut Polda Jawa Timur melakukan pendekatan dan merangkul komunitas nelayan.

Quik Wins Program 1 mengenai Penertiban dan Penegakan hukum bagi orgnisasi radikalisme dan anti pancasila. Bersama Ditpol airud Polda Jatim, pihaknya ikut memberikan sosialisasi dimana pentingnya menjaga keutuhan NKRI.

Acara tersebut di selenggarakan di Pendopo kecamatan Tuban Jl. Sunan Kalijogo Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban.

Dalam sambutannya , Kaditpolair Polda Jatim Komisaris Polisi Bambang Nelayan harus berkomitmen cinta dengan NKRI dan memiliki jiwa Nasionalisme yg tinggi demi terwujudnya Persatuan dan kesatuan bangsa.

Bambang juga mengatakan, kelompok radikal jangan sampai berkembang di Indonesia, karena Pancasila sebagai Idiologi Negara.

“tentunya kita harus amalkan secara nyata untuk menjadi jati diri bangsa Indonesia yang mempunyai komitmen dalam membela Negara Kesatuan bangsa indonesia, ” tegasnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kabagops Polres Tuban Kompol Dodik, Danramil 0811/01 Kota Kapten Inf Lasmito, Kapolsek Kota Kompol Supar, Camat Tuban Erkhamni, Kalur Karangsari Subagio Dan Kalur Sidomulyo taf Ditpolair Polda Jatim dan tokoh agama.

Sementara Danramil Kota, Kapten Inf Lasminto mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk merangkul warga, khususnya nelayan. Cara masuknya orang radikalisme bermacam macam, salah satunya melalui jalur laut. Masuk dengan memeberikan olahan yang bertentangan dengan dasar negara dan mempengaruinya.

“kita jaga NKRI dari darat, laut agar aman. Kita beri arahan dan landasan yang kuat agar tidak terpengaruh, ” tandasnya, Kamis (20/7/2017).

kegiatan di akhiri dengan penyerahan bantuan sarana kontak dari Ditpolair Polda Jatim kepada para nelayan. Sarana itu berupa Bendera Merah Putih, pelampung, senter dan sarung yang diserahkan secara simbolis oleh Danramil 0811/01 Kota kepada perwakilan nelayan.

Lalu, dilanjutkan penandatanganan deklarasi tentang penolakan terhadap gerakan radikal dan anti Pancasila. (fer)