Kematian Siswa saat MPLS, Dewan Pendidikan Kabupeten Jombang Bentuk Tim Investigasi

Slamet Riyadi kakek korban saat ditemui sejumlah awak media dirumah duka

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang Jawa Timur akan membentuk Tim Investigasi untuk menyelidiki kematian Abdul Hadi (15) Siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Jombang, yang meninggal saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tim ini dibentuk untuk menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kematian siswa baru tersebut, saat ikuti senam pagi yang merupakan kegiatan wajib di acar MPLS tersebut.

“Dalam waktu dekat akan kita rapatkan secara internal, guna membentuk tim investigasi guna menyelidiki kematian siswa tersebut, selain itu hari ini juga kita terjunkan tim guna pengumpulan bahan keterangan dilapangan terkait kejadian ini,” Ujar Sutono selaku Ketua Dewan Pendidikan saat ditemui di Kantornya di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Sutono menambahkan, jika memang ada unsur pidana dalam kematian abdul Hadi, pihaknya mempersilahkan kepada aparat penegak hukum untuk melanjutkan persoalan tersebut sesuai dengan ketentuannya.

“karena berdasarkan keterangan sementara, korban meninggal dunia saat mengikuti latihan baris-berbaris dan punya riwayat sakit sesak nafas,” kata Sutono pada Kamis 20 Juli 2017.

Sebelumnya, Abdul Hadi (15) Siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Jombang, meninggal saat mengikuti MOS. Dirinya terdaftar pada Nomor 110 siswa baru dari total 598 siswa baru yang terdaftar disekolah tersebut.(elo)