Siswa SMK PGRI 2 Meninggal saat MPLS, Ternyata Sedang Ikuti Latihan PBB yang Libatkan Anggota TNI

SMK PGRI 2 Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Diberitakan sebelumnya Abdul Hadi (15) seorang siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Jombang, meninggal dunia saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah barunya. Abdul Hadi diduga kecapek’an saat mengikuti senam pagi dan akhirnya meninggal dunia saat dilariakn ke salah satu rumah sakit setempat.

Ternyata anak kedua dari pasangan Tiyoso dan Mustiyah warga Dusun Tempuran, Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang tersebut diketahui sedang mengikuti, Pelatihan Baris Berbaris (PBB) yang dilaksanakan di SMK PGRI 2 Jombang saat MPLS. Kegiatan PBB ini melibatkan anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0814 Jombang.

“Tadi memang ada anggota dari TNI yang ikut melatih latihan tersebut,” kata naras sumber yang enggan namanya dipublikasikan pada Kamis 20 Juli 2017.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Komando Distrik Militer (Kodim) 0814 Jombang Letkol Arh M. Fatkhurahman membenarkan bahwa ada enam anggota dari koramil Diwek dan Koramil  Kota yang diminta oleh sekolah untuk melakukan pembinaan latihan baris berbaris saat MPLS. Dan membantah jika korban meningal akibat latihan yang diberikan oleh anggota.

“Kegiatan PBB tersebut memang melibatkan anggota TNI, Namun korban tumbang saat latihan belum dilaksanakan, serta berdasarkan keterangan anggota dilapangan korban punya riwayat penyakit,” ujar Fatkhurahman.

Fatkhurahman juga menjelaskan dalam latihan PBB yang diberikan kepada siswa baru hanya dua pokok latihan, yakni latihan gerakan diam dan berjalan. Pihaknya juga membantah tidak ada tindakan fisik kepada para siswa baru.

“untuk gerakan diam meliputi hadap kiri, hadap kanan, balik kanan serta kerapian barisan. Sedangkan untuk gerakan berjalan yakni meliputi langkah tegap serta penghormatan saat berjalan dan kerapian barisan,” pungkasnya.(elo)