Enam Parjurit TNI Diperiksa, Terkait Siswa Meninggal Dunia saat PBB MPLS

lapangan depan sekolah SMK PGRI 2 Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Kepala Komando Distrik Militer (Kodim) 0814 Jombang Letkol Arh M. Fatkhurahman akan memeriksa enam anggota Koramil Diwek dan Kota Jombang yang melakukan pembinaan kegiatan Pelajaran Baris Berbaris (PBB) di SMK PGRI 2 Jombang. Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi, serta sebagai langkah evaluasi kegiatan yang dilakukan saat penerimaan siswa baru.

“mereka akan segera kami periksa, untuk mendapatkan keterangan yang sebenarnya bagaiamana kejadian meninggalnya peserta pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMK PGRI 2 Jombang,” kata Fatkhurahman pada awak media pada Kamis 20 Juli 2017.

Fatkhurahman menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi dan masukan terhadap anggota Koramil yang saat ini masih melakukan pembinaan atau PBB disekolah yang ada di Kabupaten Jombang.

“Pasca kejadian ini kami langsung perintahkan kepada anggota yang saat ini masih bertugas untuk melakukan koordinasi dengan sekolah, agar sebelum kegiatan pelajaran baris berbaris dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada seleuruh peserta pelatihan, hal ini agar mereka yang ikut pelatihan benar-benar dalam kondisi prima,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Abdul Hadi (15) seorang siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Jombang, meninggal dunia saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah barunya. Abdul Hadi diduga kecapek’an saat mengikuti senam pagi dan akhirnya meninggal dunia saat dilariakn ke salah satu rumah sakit setempat.

Ternyata anak kedua dari pasangan Tiyoso dan Mustiyah warga Dusun Tempuran, Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang tersebut diketahui sedang mengikuti, PBB yang dilaksanakan di SMK PGRI 2 Jombang saat MPLS. Kegiatan PBB ini melibatkan anggota TNI.(elo)