Pedagang Pasar Tingkat Lamongan Keluhkan Toko Modern

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Semakin berkembangnya toko modern yang mulai marak di kota Lamongan, berdampak pada matinya usaha kecil, terutama pedagang pasar di Lamongan.

Hal ini dikarenakan, para pembeli memiih belanja di toko modern yang jumlahnya kian banyak di Lamongan. Ini menyebabkan, pengunjung pasar berkurang dan sepi. Sehingga, berdampak pada ditutupnya sejumlah stand oleh pemiliknya.

Seperti yang terjadi di pasar tingkat Lamongan. Puluhan stand, terpaksa ditutup pemiliknya, dengan alasan pengunjung pasar semakin sepi.

“Tambah sepi pembeli, sekarang banyak yang belanja di indomaret atau alfamart. Daripada rugi mending ditutup,” ujar Wati, pemilik stand di Pasar Lamongan, Kamis (20/7/2017).

Sementara itu, Direktur PD Pasar Lamongan, Djoko Purwanto, membenarkan adanya pedagang yang menutup stand di pasar yang dikelola instansinya, dikarenakan beroperasinya usaha toko moderen (UTM), terutama dikawasan Lamongan kota.

“Kami sudah sering menyampaikan keluhan itu kepada instansi lain agar di kaji ulang keberadaan toko modern,” ujar Djoko.

Ditambahkan, dengan beroperasinya UTM, selain mematikan pedagang kecil, jyga menurunkan pendapatan dari PD Pasar.

“Banyak stan yang tutup, jadi pemasukan retribusi berkurang. Itu karena maraknya UTM,” tambahnya.

Padahal, target PAD untuk PD Pasar pertahun sebesar 15 %, namun karena menurunnya jumlah stand, akibat ditutup pemiliknya. Pendapatan dari retribusi yang diharapkan menopang target PAD tersebut semakin berkurang.

” Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa narik retribusi,” pungkasnya. (fer)