Polisi Amankan Resedivis Narkoba

resedivis yang kembali masuk bui dalam kasus kepemilikan sabu

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Belum jerah, merasakan pengalaman mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Jombang selama satu tahun dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu, kini Eko Wahyudi (43), harus kembali lagi berurusan dengan pihak kepolisian.

Eko yang kesehariannya sebagai kepala marketing salah satu pertokoan ini kembali dibekuk petugas Satreskoba Polres Jombang di Gang Subur Kelurahan Kaliwungu Kepanjen Kecamatan Jombang Kota dalam kasus kepemilikan sabu total seberat 5,68 gram, Kamis (20/7) malam. Resedivis asal Dusun Tugurejo Desa Mayangan Kecamatan Jogoroto ini pun kembali masuk bui.

“Dari tangan pelaku petugas menyita barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dengan total seberat 5,68 gram,” kata Kasat Reskoba Polres Jombang, AKP Hasran, Jumat 21 Juli 2017.

Hasran menuturkan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari penyelidikan yang dilakukan anggota unit 1 satreskoba tentang masih maraknya peredaran sabu di Kota Santri. Dari penyelidikan ini petugas memperoleh informasi jika salah satu resedivis kembali terlibat dalam peredaran barang terlarang itu.

Lantaran sudah mengantongi identitasnya, petugas kemudian memantau aktivitas pria yang biasa dipanggil Bonyok tersebut. Puncaknya, sekitar pukul 18.30 WIB, petugas menangkap pelaku saat berada di Gang Subur.

“Saat digeledah ditemukan barang bukti satu plastik berisi empat klip berisikan sabu 3,97 gram, satu plastik berisi empat klip sabu seberat 1,18 gram, satu plastik berisi sabu seberat 0,35 gram serta ponsel merek Nokia,” ujar Hasran.

Meski mendapatkan sejumlah barang bukti, petugas tetap melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku. Hasilnya petugas menemukan barang bukti sebuah timbangan digital, satu plastik klip berisi sisa sabu 0,18 gram, empat alat scrop plastik, sebuah gunting, kain kasa putih, satu bendel plastik klip dan kertas lipat.

“Barang bukti di rumah pelaku disembunyikan dalam sabuah kotak handphone (HP). Selanjutnya pelaku dan seluruh barang bukti yang ditemukan kita bawa ke mapolres untuk pemeriksaan lanjutan guna mengetahui peran pelaku. Selain itu juga untuk dikembangkan kasusnya,” pungkas Hasran. (elo)