Dalami Dugaan Pungli Prona, Kades Sudimoro Dipanggil Polisi

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG :  Aparat Satreskrim Polres Jombang, masih terus dalami adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan aparatur Desa terhadap program Proyek Operasi Agraria (Prona) 2017 di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Perkembangan kasus dugaan pungli tersebut, memasuki tahap penyelidikan oleh jajaran Satreskrim Polres Jombang, dan hingga saat ini masih terus didalami oleh pihak yang berwajib, untuk mengungkap oknum para pelaku pungli Prona tersebut.

AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, menjelaskan bahwa pihaknya sudah memintai keterangan pada pihak-pihak yang terkait.” Kita sudah panggil beberapa warga setempat yang mengurus Prona. Untuk namanya belum bisa kita publikasikan, karena masalah ini masih kita dalami,” kata Norman pada kanalindonesia.com, pada Sabtu 22 Juli 2017.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, sejak mencuatnya perkara dugaan pungli Prona yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa Sudimoro, kini bebarapa warga yang mengurus, tidak dikenakan biaya, namun sebelumnya dari beberapa warga Desa setempat, ada yang dikenakan biaya hingga jutaan rupiah. ” beberapa warga yang mengurus dikenakan uang hingga 4 juta mas,” ungkap SK warga Sudimoro yang mewanti wanti namanya untuk dipublikasikan.

Dikonfirmasi secara terpisah melalui telephone seluler, mengenai pemanggilan oleh Satreskrim Polres Jombang, terkait adanya dugaan pungli Prona di Desa Sudimoro, Makmun Efendi selaku Kepala Desa (Kades), pihaknya mengakui bahwa ada panggilan dari Kepolisian pada dirinya dan bukanlah perangkat.” Saya belum buka panggilannya dari Polres, kan itu masih lama. Yang jelas yang dipanggil Polisi hanya saya,” ujar Makmun.(22/07/2017)

Saat ditanya apa tanggapan pihaknya terkait adanya dugaan pungli Prona, yang kini perkaranya di selidiki oleh pihak Satreskrim Polres Jombang, Makmun menuturkan bahwa perkara ini hanya sebatas dugaan.” Wong dugaan ae kok bingung (masih sebatas dugaan saja kenapa harus bingung),” pungkas Makmun.(elo)