Apakah bayi yang diduga mendapat vaksin palsu perlu vaksinasi ulang?

Vaksinasi bayi Vaksinasi bayi Vaksinasi bayiKANALINDONESIA.COM :Jawabannya, perlu. Menurut Dirga Sakti Rambe, dokter spesialisasi di bidang vaksinologi, para bayi dan balita yang diduga mendapat vaksin palsu di 37 fasilitas kesehatan yang diumumkan Kementerian Kesehatan perlu mendapat vaksinasi ulang.

Hal ini memungkinkan karena semua jadwal pemberian vaksin bisa dikejar.

“Misalnya, ada anak yang mendapat tiga vaksinasi hepatitis B di rumah sakit yang kemarin disebut. Lalu, anak itu sekarang sudah berusia tiga tahun. Anak itu bisa mendapat vaksinasi hepatitis B lagi karena dikhawatirkan vaksinasi yang sebelumnya diberikan palsu,” kata Dirga.

Poin kedua mengapa vaksinasi ulang aman dilakukan, lanjut Dirga, adalah karena tiada istilah overdosis vaksin.

Baca:  Warga Ponorogo Temukan Bayi di Bangku Pinggir Jalan

“Kalau obat ada overdosis obat. Tapi, kalau vaksin, tidak ada istilah itu. Jadi aman bagi orang tua untuk memberikan vaksinasi ulang kepada anak mereka. Bahkan, kalaupun ada seseorang ragu apakah dirinya pernah mendapat vaksin jenis tertentu, dia bisa divaksinasi ulang,” pungkas Dirga.

(TIM)