SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sidang lanjutan Didik Prasetyo kembali digelar, dengan agenda menggali keterangan saksi, Rabu (16/6/2021) di ruang Garuda 2.

Usai disumpah sesuai agama masing-masing, karena dari tiga saksi ada yang beda agama, dua diantaranya beragama nasrani. Ketiga saksi itu, Erwan Pranata Branch Manager (BM), Iwan Setya Prawiro (Bro/marketing), Agus pengganti Alusius Dwipa BRO/marketing kala itu, karena cuti.

Fakta di persidangan, dari keterangan ketiga saksi yang dihadirkan terkesan mengada-ada.

Pengakuan dari saksi Agus, selaku pengganti Alusius Dwipa (BRO/marketing) saat dia cuti, saat ditanya JPU Darwis SH, Agus mengaku pada saat tanda tangan itu, ia tidak membaca apa formatnya, melainkan langsung ditandatangani.

Agus juga mengaku, kalau tanda tangan di memo banding di atas nama Ratna Sari selaku Branch Manager Danamon kala itu.

Mendengar keterangan itu, hakim anggota Erintuah, bertanya pada saksi Agus.

“Anda kok berani, tanda tangan yang bukan tanggungjawab anda, tanya hakim anggota, apakah di Danamon ada aturan yang membenarkan ?,” tanya Hakim.

Agus menjawab,” tidak ada yang mulia.

Hakim anggota mengatakan,”lain kali tidak boleh saudara saksi,” pesan hakim.

Disinggung soal banyaknya kejanggalan di persidangan, PH Didik Prasetyo, Mohammad Samsul Hidayat S.H menyampaikan, banyak sekali kejanggalan, faktanya banyak pihak-pihak yang menyudutkan kliennya.

Hal ini tentunya bertolak belakang dengan realita, terbukti dengan adanya dalam pengajuan kredit di awal bukan kewenangan (AM) saja, namun juga melalui BRO/marketing juga melalui Branch Manager (BM).

“Toh mengingat dari keterangan saksi sebelumnya, Martahan Manurung (saksi pelapor), yang dilaporkan di Mabes Polri itu adalah Alusius Dwipa (bro/marketing) bukan AM,” tandas Mohamad Samsul Hidayat.

Ia menambahkan,”dari ketiga saksi yang dihadirkan ini, cukup sangat membuka, kalau peran Area Manager (AM) ini tidak ada peran pentingnya dalam pengajuan awal kredit,”sambungnya.

Di persidangan sebelumnya, disebutkan kalau menurut data audit internal Danamon itu tidak ada nama Didik Prasetyo, namun yang ada, adalah nama Alusius Dwipa BRO/marketing, namun, kliennya malah jadi terdakwa..

“Ada apa ini ?,” Pungkas Samsul Hidayat.(Irwan_kanalindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here