Warga Jenggrik Blokade Jalan Menuju Proyek Tol Solo-Ngawi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Ratusan warga Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur blokade jalan menuju proyek Tol Solo-Ngawi tepatnya di STA 77-067 yang berada di sekitar wilayahnya, Selasa(25/07/2017).

Mereka menuntut keberadaan underpass atau jalan yang menuju ke area persawahan harus sesuai dengan perencanaan awal sebagaimana gambar yang diperlihatkan kepada warga.

Dengan membawa poster bertuliskan ‘Kembalikan Jalan Kami’ ratusan warga menduduki area jalan menuju proyek tol. Akibat aksi tersebut, ratusan truk dump tertahan dilokasi dan aktivitas proyek pun lumpuh. Dengan mendirikan tenda sementara mereka tetap menuntut segera direalisasikan underpass agar kendaraan truk yang mengangkut hasil panen bisa melintas dari dan menuju area persawahan.

“Warga disini tidak mempersulit pekerjaan proyek justru sebaliknya warga dipersulit oleh pekerjaan tol yang berakibat jalan pertanian tidak sesuai lagi dengan perjanjian awal. Dampaknya warga disini kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian,” terang Sugiyanto warga.

Dari pengamatan yang ada sejak aksi blokir jalan menuju tol digelar warga tidak satupun perwakilan PT Waskita Karya selaku rekanan yang menemui peserta aksi. Membuat, situasi memanas namun atas kesiapan petugas Polsek Kedunggalar yang terjun kelokasi mampu meredamkan amarah warga.

Kemudian aksi warga tersebut akhirnya membubarkan diri setelah perwakilan mereka akan ketemu dengan pihak PT Waskita Karya yang difasilitasi oleh Muspika dalam hal ini Camat Kedunggalar. Maraknya aksi demo yang dilakukan warga menuntut keberadaan underpass yang sesuai peruntukanya seringkali terjadi di wilayah Ngawi.

Seperti kejadian dua pekan lalu, ratusan warga Dusun Ngrancang, Desa/Kecamatan Mantingan, melakukan demo menuntut perbaikan underpass kepada PT Waskita Karya. Aksi yang itupun lumayan panas, ratusan warga sempat menutup jalan tol dengan gorong-gorong dan bakar ban. (dik)