Rastra Tak Layak Konsumsi, Anggota Komisi B DPRD Jombang Angkat Bicara

rastra tak layak konsumsi yang diterima masyarakat

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Anggota Komisi B DPRD Jombang, mengaku bahwa persoalan  dengan adanya pembagian beras untuk rakyat pra-sejahtera (rastra) tak layak konsumsi, di wilayah Kecamatan Bareng dan Wonosalam, merupakan persoalan klasik, dan perlu adanya kemauan politik dari semua pihak untuk mengatasi masalah tersebut.

Persoalan beras program bersubsidi dari tahun ke tahun, selalu terjadi dan merupakan masalah yang klasik, yaitu rendahnya kualitas beras yang diberikan, mulai dari beras apek, warnanya beras kuning, banyak kutu dan lain sebagainya.

” Ini kejadian yang selalu terjadi karena rendahnya politicall will (red : kemauan politik) dari semua stakeholder, yang ada kaitannya dengan program tersebut, untuk memberikan suatu pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” kata Novita Eki Wardani, S.Sos salah satu anggota Komisi B DPRD Jombang, Selasa 25 Juli 2017.

Masih menurut penjelasan Eki, masyarakat miskin seharusnya difasilitasi denga program yang bisa menunjang dan meningkatkan kesejahteraan mereka, jangan malah sebaliknya, masyarakat miskin menjadi obyek kebijakan yang tidak proprorsiaonal.

“ diera yang lebih mengedepankan acountabilitas dari semua pihak, hendaknya kita lebih meningkatkan kinerja, untuk lebih acountabel, mulai dari control terhadap pensuplay beras, pengawasan program dan lain sebagainya,” ujar Eki yang juga merupakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jombang.

Saat disinggung apa langkah yang akan diambil oleh pihaknya untuk, menangani permaslahan tersebut, pihaknya menuturkan akan segera melakukan rapat pembahasan di internal komisi.” Kita akan lakukan sidak mengenai masalah beras tak layak konsumsi ini dik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya warga Kecamatan Bareng dan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapatkan beras untuk rakyat pra-sejahtera (rastra) tak layak konsumsi. Namun, mereka enggan melayangkan protes ke pihak desa, karena takut tahun depan tak kebagian lagi. Dengan sangat terpaksa mereka memilih diam dan memakan beras tak layak konsumsi tersebut.(elo)