Akibat Lanina, Tanaman Padi di Jombang Diserang Werang

petani jombang tunjukan tanaman padi yang diserang wereng
petani jombang tunjukan tanaman padi yang diserang wereng

KANALINDONESIA.COM : Ribuan hektar tanaman padi di Jombang, Jawa Timur, diserang berbagai jenis hama. Dari data yang tercatat di Dinas Pertanian Jombang, hama wereng tersebar di tujuh kecamatan, diantaranya, Kecamatan Jombang, Peterongan, Plandaan, Mojoagung, Bareng dan Kecamatan Megaluh, Kamis (21/07/2016).

Menurut Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Jombang, Kusno menilai jika serangan hama tanaman tersebut di akibatkan perubahan iklim dan kemarau basah. Seperti yang terjadi yakni masih adanya curah hujan selama berlangsung musim kemarau dalam tahun ini. Dengan begitu menyebabkan tingginya perkembangan populasi hama tanaman wereng.

Ia menjelaskan serangan hama tanaman tersebut paling banyak tersebar di Kecamatan Plandaan mencapai 1.030 hektar. Tetapi sifat serangan masih dalam kategori ringan, dengan perkembangan polulasi masih dibawah ambang ekonomi (ambang toleransi), yakni di bawah 20 ekor per satuan bibit. Serangan yang terjadi disebabkan adanya fenomena iklim La Nina, dimana hujan turun banyak di musim kemarau sehingga terjadi kemarau basah.

Adanya serangan hama tanaman tersebut mebuat petani mulai resah dengan. Pasalnya, bisa mengakibatkan kerugian saat musim panen yakni menganggu pertumbuhan padi, dan mengancam bulir padi hingga menyebabkan kopong (tidak berisi). Sehingga bisa mempengaruhi hasil produksi padi atau hasil panen mereka.

Seperti yang diungkapkan Ngateman (58), salah satu petani di Desa Ngogri, Megaluh mengungkapkan adanya hama wereng dan hama lainnya yang menyerang tanaman padi bisa menyebabkan petani merugi saat panen. Seperti hama wereng mulai tumbuh sejak masa tanam 20 (dua puluh hari), dan berlangsung sudah dua bulan adanya hama wereng ini.

Selain hama wereng, hama petek, hama ulat juga menyerang sebagian tanaman padi. Di Desa Ngogri sebanyak 80 hektar petani yang menanam padi, dan sebagian terkena serangan hama tersebut. Kami berharap pemerintah memberikan solusi kepada petani, dengan memberikan bantuan obat. Pasalnya selama ini kami membeli obat dan pupuk secara mandiri, inisiatif sendiri tanpa bantuan,” Ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Suharli mengatakan untuk mengatasi problema hama wereng, sudah diinstruksikan kepada dinas terkait untuk segera bergerak. Disperta saat ini sudah melakukan berbagai cara mulai dari pengolahan lahan harus ada pergantian yakni vartietas lainnya selain tanaman padi agar pertumbuhan hama bisa berkurang.

Dan juga termasuk pemilihan bibit yang unggul, serta pemupukan secara berimbang. Saat ini sudah di instruksikan kepada penyuluh agar bekerjasama dengan pihak Desa termasuk tiga pilar di dalamnya. Tentunya dengan tujuan melakukan pemberantasan hama tanaman tersebut,” jelasnya.

Untuk ganti rugi sudah disediakan sekitar 700 hektar yang masuk dalam asuransi pertanian. Asuransi pertanian tersebut, petani membayar iuran sebesar Rp 10.000, dan sisanya Rp. 25.000 dibantu oleh pemerintah. Sehingga nanti jika memang terjadi gagal panen, akan ada ganti rugi per hektar sekitar mendapat Rp. 2 juta, ” Pungkasnya.
(an)