Siapa Tersangka Miras Di Invis Kota Kediri ?

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI: Keberadaan Inul Vista Kota Kediri memang tak sesuai dengan etika orang Kota Kediri, selain menyediakan penari stripsise ternyata juga menyediakan Minuman Keras (Miras) golongan A, dan sampai saat ini tersangka miras yang ada di Inul Vista yang sempat ditemukan Polresta Kediri belum ada tersangka.

AKP Ridwan Sahara Kasat Reskrim Polresta Kediri dalam keteranganya mengatakan,”jika terus mendalami penyelidikan kasus temuan minuman keras (miras) dalam penggeledahan rumah karaoke Inul Vizta Kediri,”ungkap Ridwan, Rabu (26/07/2017).

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, dalam penggeledahan beberapa waktu lalu itu, petugas menemukan sebanyak 120 botol miras isi merk Balihai dan puluhan botol merk Chivas Regal, Martil dan Vodka serta Mension.

Ridwan Sahara juga mengatakan, belum menetapkan tersangka dari kasus penemuan minuman beralkohol Inul Vizta tersebut. Sebab, pihaknya masih harus memeriksa manager Inul Vizta Ilham, yang kini telah dijadikan tersangka Polda Jatim dalam kasus pornografi yakni, menyediakan tarian striptise di salah satu ruang karaoke keluarga itu.

“Kami masih berkoodinasi dengan Polda Jatim, apakah barang bukti miras yang kita temukan jadi satu dengan yang ditemukan Polda Jatim, atau tersendiri. Kami juga harus memeriksa manager Inul Vizta yang kini ada di Polda Jatim,” ungkap AKP Ridwan Sahara.

Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, mantan Kapolsek Ngadiluwih ini mengaku, apabila miras yang ditemukan adalah milik Ilham sang manager. Tetapi ia tidak mau gegabah, karena harus memeriksa Ilham terlebih dahulu, sebelum ada keputusan penetapan tersangka dalam kasus ini.

“Dari beberapa orang pemandu lagu yang kini periksa, mereka mengaku, apabila miras itu milik Ilham. Jadi, setiap ada tamu yang memesan, kemudian diambilkan dari gudang penyimpanannya. Meski begitu, kami masih harus memeriksa manager Ilham untuk memastikan kebenaran keterangan tersebut,” jelasnya.

Selain pemeriksaan terhadap saksi, imbuh pria berkacamata ini, juga mencocokkan dari bukti-bukti bil yang ditemukan dari penggeledahan beberapa waktu setelah penggerebekan terjadi. Pemesanan miras tersebut tidak masuk dalam pembukuan di komputer. 

“Namun sejak awal kami sudah menyampaikan bahwa kasus ini mengarah ke tindak pidana ringan (tipiring). Sementara perihal pelanggaran perizinan dari penjualan miras ini, kami serahkan kepada yang berwenang yaitu, Pemkot Kediri,” tegas Ridwan Sahara. 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri Anang Kurniawan menegaskan, bahwa izin penjualan minuman beralkohol yang dimiliki Inul Vizta sudah mati, dan belum diperpanjang. Atas temuan kepolisian ini, DPMPTSP tengah melakukan koordinasi dengan timnya untuk melakukan langkah penindakan.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar segera mencabut izin rumah karaoke Inul Vizta setelah Polda Jatim menggerebek dan menemukan tari telanjang. Pencabutan izin ini mendapat dukungan dari para ulama.( Gendut Marmoyo)