Walikota Kediri Berikan Seragam Gratis Untuk SMA Se-Kota Kediri, Meskipun Dikelola Provinsi

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat membagikan seragam gratis kepada siswa SLTA (foto: gendut marnoyo)

KANALINDONESIA.COM: Pembagian seragam gratis kepada pelajar kota Kediri mulai SD, SMP dan SMA Negeri maupun swasta secara simbolis diberikan oleh Walikota dalam pembagian kain seragam gratis.

Meskipun pengelolaan SMA dan SMK telah diambil alih Provinsi Jawa Timur, tetapi para siswanya tetap mendapatkan pembagian seragam sekolah cuma cuma ini.

“Harapan kami melalui pembagian kain seragam gratis ini bertujuan untuk menekan ongkos pendidikan, sehingga biaya pembelian seragam bisa untuk kegiatan lain seperti biaya les,” ujar Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di Aula SMA Negeri 3 Kota Kediri, Rabu (26/07/2017).

Walikota mengatakan, Pemkot Kediri sedang mendesain pendidikan di Kota Kediri. Sementara hasil akhir yang ingin dicapai yaitu menginginkan out come para siswa agar menjadi anak yang pintar dan berdaya saing tinggi.

“Menjadi anak yang sukses, ceria dan bebas dari narkoba dan anak anak yang memiliki kesalehan tinggi. Saya tidak ingin ada anak dari keluarga tidak mampu yang tidak bisa bersekolah. Oleh karena itu, kepada seluruh OSIS apabila mengetahui ada anak yang akan putus sekolah, supaya didekati,” pesan walikota.

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan ini, Mas Abu berjanji mengalokasikan anggaran untuk pendidikan melalui APBD dengan maksimal.

Selain itu, pihaknya berharap seluruh sekolah di Kota Kediri berbenah menjadi sekolah yang keren, dan tidak menjadi sekolah yang terbelakang.

“Sesuai harapan anak-anak semua (pelajar), bahwa mereka senang kalau Bapak Ibu Gurunya keren. Kepala sekolahnya juga keren. Sebab, tantangan di dunia pendidikan ke depan semakin besar. Maka jauhi narkoba agar sukses. Minta doa kepada orang tua. Dan guru dijadikan sebagai sahabat,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto menjelaskan, kain seragam gratis diberikan kepada seluruh pelajar yang bersekolah di Kota Kediri, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.

Kain seragam ini untuk jenis nasional (abu-abu putih) dan pramuka. Untuk panjang satu stelnya kain kurang lebih 2 meter. Selain berupa kain seragam, pemerintah juga memberikan ongkos jahit setiap siswa sebesar Rp 60 ribu untuk tingkat siswa SD dan SMP. Tetapi tidak untuk siswa SMA dan SMK.

“Kami pergi ke Solo dengan DPRD Kota Kediri beberapa waktu lalu untuk membahas Perda Bantuan Pendidikan. Hasilnya, Pemkot masih diberi kewenangan memberi kain seragam gratis kepada siswa, meskipun SMA dan SMK sudah diambil alih Pemprov Jatim,” jelas Siswanto.

Untuk jumlah siswa penerima bantuan kain seragam gratis tingkat SD sebanyak 6.000 siswa, SMP sebanyak 7.000 siswa dan SMA/SMK sebanyak 11.800 siswa.

Selain kain seragam juga, pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Syaratnya adalah mahasiswa yang memiliki IPK minimal 3. (gendut marmoyo)