Peringati Bulan Bakti Adyaksa ke 56, Kejari Ngawi Siap Kawal Dana Desa

Kepala Kejari Ngawi Bahrudin bersama jajaranya jumpa pers dalam rangka HUT Adhiyaksa ke-56
Kepala Kejari Ngawi Bahrudin bersama jajaranya jumpa pers dalam rangka HUT Adhiyaksa ke-56

KANALINDONESIA.COM : Peringati bulan bakti Adyaksa yang ke-56, Kejari Ngawi akan meningkatkan pelayanan sesuai tupoksi yang dimilikinya. Kepala Kejari Ngawi Bahrudin dihadapan para kuli tinta mengatakan, sesuai instruksi dari pusat khusus Dana Desa (DD) pihaknya bakal melakukan pendampingan sebagai langkah tindakan preventif.

“Khusus dana desa sesuai instruksi dari pusat kita itu akan melakukan pendampingan agar kegiatan itu sesuai dengan mekanismenya maupun aturanya. Tentunya kegiatan ini sebagai tindakan preventif untuk mencegah jangan sampai terjadi penyelewengan anggaran yang dikucurkan dari pusat ke desa itu,” kata Bahrudin, Kajari Ngawi, Kamis (21/07/2016).

Meski demikian ungkapnya, Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan para kepala desa melalui Badan Pemberdayaan Desa dan Pemdes (BPM dan Pemdes) Ngawi masih sebatas tahap administrasi yang sampai sekarang ini belum clear. Dia berharap kerjasama dengan para kepala desa ini secepatnya segera rampung untuk segera ditindaklanjuti.

Sisi lain masih keterangan Bahrudin, selama tahun 2016 ini terhitung per Juli untuk pidana khusus (Pidsus) ada 3 perkara yang masuk penyidikan sedang 1 kasus diantaranya dihentikan atau dikeluarkanya SP3. Sedangkan untuk kasus penuntutan yang dilimpahkan ada 6 perkara, eksekusi 8 kasus, grasi 2 perkara dan kasasi 1 perkara.

Tentang dihentikankanya salah satu kasus pidsus urainya, terjadi pada pemungutan PBB-P2 tahun anggaran 2012-2014 di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar. Dihentikanya kasus itu sendiri selama penyelidikan hingga dinaikan ke penyidikan tidak cukup bukti.

“Untuk SP3 memang ada dan itu terjadi pada Desa Gemarang karena tidak cukup bukti dan dihentikan pada Mei lalu,” ulasnya.

Untuk setoran penerimaan uang negara bukan pajak dari kasus yang ditangani Kejari Ngawi selama ini paparnya, ditarget Rp1,5 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 juta namun pihaknya sampai sejauh ini baru memenuhi target sekitar Rp 1, 4 miliar. Target itu berasal dari dana denda tilang, setoran pengganti dan hasil lelang barang rampasan.

(dik)