PTPN X Fokus Peningkatan Produktivitas Lahan & Tanaman Tebu

Direktur PTPN X saat memberikan sambutan( foto : Gendut Marmoyo)

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI: Guna mendukung terwujudnya swasembada gula di tahun 2018 mendatang, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X kian fokus pada peningkatan produktivitas lahan dan tanaman tebu.

Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan Rl (Balitbangtan) tentang penelitian dan pengembangan tebu di Pusat Penelitian Gula Jengkol, Kediri, Kamis (27/07/2017).

Di tengah maraknya konversi lahan menjadi perumahan dan perindustrian, tak sedikit petani yang beralih dari tanaman tebu ke tanaman lain. Untuk itu, PTPN X berupaya meningkatkan produktivitas tanaman tebu yang akan berujung pada peningkatan penghasilan petani.

Sebagai produsen gula terbesar di lndonesia, pembenahan di sisi on farm terus dilakukan secara berkesinambungan. Salah satunya adalah dengan program T200 yang bertujuan meningkatkan produktivitas tebu menuju 200 ton/ha.

“Budidaya tebu yang lebih efisien dan efektif membuat pencapaian target swasembada secara kualitas dan kuantitas sangat mungkin untuk diwujudkan,” ungkap Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X.

Dalam kondisi saat ini, optimalisasi lahan menjadi mutlak untuk dilakukan. Melalui nota kesepahaman antara PTPN X dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan RI, diharapkan hubungan kelembagaan dan kerjasama dapat terjalin dan selaras dengan kebijakan nasional, khususnya swasembada gula.

”Agar mampu bersaing di era MEA, mau tidak mau kita harus berubah. Intensifikasi adalah salah satu solusi yang diberikan oleh PTPN X untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus meningkatkan kepercayaan para petani tebu,” terang Dwi lagi.

PTPN X dan Balitbangtan akan bersama-sama mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan alih tekhnologi serta merancang konsep program dan kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan tanaman tebu dan industri gula nasional, serta menghasilkan varietas-varietas tebu unggul yang mempunyai produktivitas tinggi dan penemuan teknologi budidaya tebu yang efektif dan efisien. Ke depan, hasil pengembangan dan penerapan tersebut sedianya akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala oleh P’ l PN X bersama-sama dengan Balitbangtan. ( Gendut Marmoyo )