Dukun Palsu Pengganda Uang di Jombang, Digeruduk Warga

Suasana saat penggerebekan oleh warga di rumah dukun palsu

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Heboh suasana di perumahan Metro Graha Tunggorono Desa Tunggorono Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang Jawa Timur, mendadak gaduh pada Kamis 27 Juli 2017 dini hari. Puluhan warga menggeruduk salah satu rumah di Blok C/10 yang dikontrak oleh seseorang mengaku bernama Riza (30). Mereka meminta agar Riza yang dikenal sebagai dukun itu agar segera mengembalikan uang warga yang akan digandakan.

AKP Wahyu Norman Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya mengaku, kini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Termasuk menghitung uang yang turut disita sebagai barang bukti.

“Saat ini masih kita lakukan pemeriksaan. Lengkapnya nanti kasusnya kita rilis ya. Pemeriksaan sementara modus yang dilakukan pelaku mengaku bisa menggandakan uang. Kemudian ada beberapa orang yang tertarik hingga menyerahkan uang. Namun hingga batas waktu yang ditentukan uang tersebut tidak pernah dikembalikan,” kata Norman pada 27 Juli 2017.

Wibowo (32),salah satu warga setempat yang ikut menyaksikan penggerebekan mengaku tidak begitu mengenal pelaku. Karena status yang bersangkutan hanya mengotrak rumah di perumahan tersebut.

“Kata beberapa orang dia (red : pelaku) mengaku dari Kecamatan Gudo. Saya sendiri tidak kenal. Usai digerebek warga langsung dibawa polisi sama perempuan yang kemungkinan istrinya,” ujar Bowo.

Sementara, menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, puluhan warga yang sudah tidak sabar, terpaksa mendobrak rumah kontrakan tersebut. Mereka kemudian masuk ke ruangan tempat yang digunakan untuk ritual.

Didalam rumah tersangka, warga menemukan sebuah peti ukuran sedang  yang terkancing dua buah gembok. Setelah mendapatkan kunci, warga kemudian membukanya. Begitu terbuka, ternyata terdapat tumpukan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Namun pada bagian bawah hanyalah tumpukan koran bekas. Selain peti kayu, di lokasi juga terdapat koper dan bunga yang biasa digunakan ritual.(elo)