Masa Gruduk Kejari Ponorogo, Desak Penuntasan Kasus DAK

Masa ditemui Kajari yang didampingi Kasi Pidsus dan Kasintel diruang Kasi Intel
Masa ditemui Kajari yang didampingi Kasi Pidsus dan Kasintel diruang Kasi Intel

KANALINDONESIA.COM: Puluhan masa yang tergabung Peduli Penegakan Hukum Ponorogo (FP-PHP) gruduk kantor Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Ponorogo, Jumat ( 22/07/2016).

Masa yang mengenakan baju kebesaran warok sebelumnya melakukan orasi dihalaman Kantor Kejari Ponorogo, dan setelah itu berusaha masuk untuk menemui Kepal Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo Suwandi.

Akan tetapi langkah mereka tertahan di bawah tangga menuju lantai dua, dikarenakan Kajari masih mengikuti acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Adyaksa Darmakarini (IAD) yang ke 16 tahun 2016, yang berlangsung di Aula lantai dua gedung Kejari Ponorogo.

”Kita datang hari ini untuk menemui Kajari menanyakan tentang proses hukum kasus korupsi DAK, Pertanian dan Humas Pemkab,ucap Koordinator lapangan (korlap) Muh Yani.

Disamping itu masa juga mempertanyakan tentang satu sisa tersangka kasus DAK yang hingga saat ini belum ada proses hukum selanjutnya. Masa juga menanyakan, kenapa mantan Wakil Bupati Yuni Widyaningsih tidak segera ditahan seperti delapan terpidan DAK lainya, yang sudah selesai proses hukumnya dan bahkan sebagian malah sudah bebas dari penjara.

“Kenapa mantan wakil bupati Yuni Widyaningsih tidak ditahan. Yang lain saja sudah ditahan dan bahkan ada yang sudah bebas, kenapa kok mbak Ida masih bebas,”kata Muh Yani.

Hampir satu jam, masa menunggu Kajari, yang akhirnya mereka diterima Kajari Suwandi yang didampingi Kasi Pidsus Hepy Al-Habibie dan Kasi Intel Iwan Winarso.

Dalam pertemua di ruang Kasi Intel tersebut, masa mendapatkan kejelasan dari Kajari tentang pemberhentian penyidikan kasus pengadaan bibit tanaman hutan di dinas pertanian dan kasus penyalah gunaan anggaran di humas Pemkab Ponorogo.

“Untuk perkara Humas Pemkab dan Dinas Pertanian, sudah terbit surat perintah penghentian penyidikan (SP3) pada bulan Februari 2016 lalu,”kata Kajari Suwandi kepada masa pendemo.

Sementara untuk kasus korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar yang bersumber dari dana DAK Dindik, Kajari menyebut, jika proses masih terus berlanjut.

Penyidik masih terus mencari bukti-bukti yang lain untuk menguatkan, selain juga menunggu salinan keputusan dari pengadilan secara utuh (bukan berupa petikan) karena dari salinan itu nanti kata Kajari akan dipergunakan untuk melengkapi BAP Yuni Widyaningsih yang hingga saat ini belum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.
wad