Tanah Warga Sumberjo Dicaplok, Pemdes Tak Berikan Ganti Rugi

jalan desa hasil pencaplokan tanah warga

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ngateno (58) warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Jombang Jawa Timur, hanya bisa pasrah saat tanah miliknya seluas 3 M, di minta oleh aparat Desa setempat, untuk dijadikan jalan Desa.

“ buat jalan Desa pada tahun 2015 oleh Kades. Waktu itu ada 10 orang warga dimintai oleh pihak Desa tapi luasan tanahnya yang diminta tiap warganya berbeda,” kata Ngateno pada wartawan, Sabtu 29 Juli 2017.

Masih menurut penjelasan Ngateno, jalan Desa yang memakan tanah warga tersebut, lebarnya 3 M, dan tepat berada dibelakang rumah. ” Luasannya beda kalau semakin ke timur semakin luas tanah warga yang di pakai untuk jalan Desa,” kata Ngateno.

Saat disinggung bagaimanakah proses pembebasan tanah warga tersebut Ngateno mengaku tidak ada sosialisasi dari pihak Desa apalagi ganti rugi.” Prosesnya langsung di ukur oleh pihak BPN dan perangkat Desa pada tahun 2015 lalu. Selanjutnya tanah tersebut di pasang patok oleh perangkat Desa,” paparnya

Lanjut Ngateno, meski tidak ada perundingan, dan kopensasi dari pihak Desa, warga justru dipaksa untuk menghibahkan tanahnya ke Desa.” Langsung dimintai tanda tangan penyerahan tanah ke Desa dalam bentuk Hibah. Sebenarnya ya tak terima tapi ya bisanya pasrah,” ungkapnya.

Sementara itu Muniroh selaku Kepala Desa (Kades) Sumberjo saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut melalui telephone seluler, yang terdengar hanya nada sambungnya saja, dan tidak ada jawaban.(elo)