Bertepatan Hari Bakti Adyaksa, Gerbang Kantor Kejari Ponorogo Disegel

Masa menyegel pintu gerbang kantor kejari Ponorogo saat berlangsung peringatan hari bakti Adyaksa ( foto : wad_kanalindonesia.com)
Masa menyegel pintu gerbang kantor kejari Ponorogo saat berlangsung peringatan hari bakti Adyaksa ( foto : wad_kanalindonesia.com)
KANALINDONESIA.COM : Peringatan Hari Bakti Adyaksa yang digelar Kejaksaan Negeri Ponorogo diwarnai dengan aksi penyegelan pintu gerbang kantor Kejari oleh puluhan masa yang tergabung dalam Komunitas Peduli Penegakan Hukum Ponorogo (KP-PHP), Jumat( 22/07/2016).

Masa yang mengatasnamakan sebagai aktivis pendukung pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten Ponorogo tersebut menuntut kepada Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk segera menuntaskan PR mereka.

“Kami lakukan penyegelan ini sebagai wujud dari kekecewaan dan keprihatinan atas penanganan kasus korupsi yang hingga saat ini ada yang belum tuntas, bahkan ada yang dikeluarkan surat perintah penghentian kasus korupsi yaitu di Dinas Pertanian dan Humas Pemkab,”ucap koordinator lapangan (Korlap) Muh Yani.

Penyegelan kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo dilakukan karena para masa merasa kecewa dengan diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus korupsi pengadaan bibit tanaman kehutanan di Dinas Pertanian dan Humas Protokol Pemkab Ponorogo. Sehingga 5 tersangka untuk sementara bebas dari proses hukum.

Demonstran ini juga sangat kecewa dengan mandegnya proses hukum kasus DAK dengan tersangka mantan wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih.

Koordinator aksi Muh Yani dalam orasinya menuntut kepada kejaksaan untuk memberikan keterangan yang jelas dan pasti atas penanganan sejumlah kasus korupsi. Terutama menyangkut kasus DAK. Mereka menuntut agar segera menahan mantan orang terkuat di Ponorogo tersebut.

“Kami menuntut segera ditahan sisa satu tersangka kasus DAK, karena tidak ada orang yang kebal hukum di Indonesia,”pungkas Muh Yani.

(wad)