CEO Persinga: Ada Syarat Bagi Calon Pelatih Yang Harus Dipenuhi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Permasalahan yang mendera Persinga, hingga paruh musim lebih di Liga 2 PT LIB 2017 ini belum juga bisa terurai. Hal ini tak bisa dipungkiri juga berpengaruh pada performa permainan anak-anak Laskar Ketonggo.

Puncaknya, ketika menjamu PSBI Blitar pada 22 Juli 2017 lalu dengan hasil seri membuat M.Hasan selaku pelatih bertanggung jawab penuh. Pelatih berlisensi C AFC ini pun mundur.

Sepekan kemudian ketika di partai tandang kontra Persepam Pamekasan Madura membuat Laskar Ketonggo sebutan Persinga Ngawi lagi-lagi harus menelan pil pahit. Di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan pada Sabtu pekan kemarin, (29/07), ditekuk tuan rumah 5-2 membuat Zamnur dkk pulang kandang dengan 1 poin.

Dwi Rianto Jatmiko/Antok CEO Persinga Ngawi menegaskan, tetap berupaya mendongkrak performa tim  dengan melakukan evaluasi internal pasca hengkangnya M.Hasan dari kursi kepelatihan. Untuk mengembalikan ‘power’ Persinga, kata Antok memang perlu hadirnya pelatih.

“Pasca mundurnya Mas Hasan kemarin itu kami sudah menerima dua orang yang minat jadi pelatih Persinga Ngawi ini. Tetapi keberadaan pelatih memang ada syarat-syarat tertentu selain menguasai teknik dan skill,” ujar Antok, Senin (31/07).

Syarat lain yang dimaksudkan tersebut, dalam diri pelatih harus bisa berkomunikasi baik dengan pemain maupun  official untuk menjaga kekompakan tim. Bukan berati, mundurnya M.Hasan akibat dari konflik internal terutama dengan pemain atau lainya.

“Dua orang yang minat itu jadi pelatih salah satunya Fahrudin asal Surabaya yang pernah membesut Bhayangkara U-21. Tetapi sejauh ini masih kami komunikasikan dengan berbagai pihak belum bisa memberikan sinyal apakah diterima atau tidak,” jelas Antok. (dik)