Kasus Pengeroyokan Suami Kasun Pundong Dilimpahkan ke Polres Jombang


KANALINDONESIA.COM ;Seperti diberitakan sebelumnya, Tomi (51) suami dari Kasun Tempuran, Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menjadi korban pengroyokan yang dilakukan oleh Mulyono (59) dan putranya yakni Junaidi Romadona (28), pada tgl 26 Juni kemarin, namun hingga hari ini ketiga-tiganya di tahan di Polsek Diwek, Jombang.

Mulyono beserta putranya ditahan terlebih dahulu dengan dikenakan tuntutan pelanggaran pasal 170 KUHP, sedangkan Tomi di tahan pada Selasa tanggal 19 Juli, dengan tuntutan pelanggaran pasal 351 KUHP.

Penahanan Tomi oleh Polsek Diwek ini sontak membuat warga Pundong resah, hal ini dikarenakan ada yang janggal menurut warga terkait penahanan tersebut.

Suharto (47) warga Tempuran menyatakan bahwa penahanan yang dilakukan oleh Polsek tersebut merupakan rekayasa, dan itu merupakan pelanggaran hukum.

” Kami warga Tempuran merasa ada yang janggal dengan penahanan pak Tomi, kami beserta masyarakat akan menuntut kepada pihak yang berwajib untuk membebaskan pak Tomi, karena ada sejumlah rekayasa dalam perkara ini, dan kami juga mendengar bahwa untuk perkara ini mau didamaikan dengan saling menarik laporan masing-masing,” paparnya.

Ketika di tanya, langkah apa yang akan ditempuh untuk membebaskan pak Tomi, pihaknya mengatakan,” kami akan menggunakan pengacara untuk melakukan gugatan praperadilan terhadap pihak kepolisian, dan kita bersama warga masyarakat akan mengawal jalannya perkara ini, hingga pak Tomi dibebaskan,” pungkasnya.

Siti selaku istri dari pak Tomi yang merupakan korban pengroyokan dan hari ini malah ditahan oleh pihak yang berwajib, mulai angkat bicara.

“Saya akan menempuh jalur hukum dan melakukan upaya hukum untuk membebaskan suami saya, jika perlua saya akan melakukan praperadilan, karena saya sudah menyiapkan kuasa hukum dari malang untuk menangani perkara ini, meskipun sekarang perkara suami saya dilimpahkan ke Polres Jombang,” terangnya.

Sri handayani selaku kepala Desa Pundong, membenarkan atas apa yang akan dilakukan oleh masyarakat Pundong guna membebaskan Tomi yang merupakan suami dari Kasun Tempuran yang menjadi korban pengroyokan, namun harus di tahan sekarang di Mapolres Jombang.

“Memang mas warga masyarakat saya banyak yang resah bahkan saya sudah kesulitan untuk meredam gerakan masyarakat dibawah. Sekarang perkaranya dilimpahkan ke Polres Jombang, saya hanya bisa mengarahkan pada masyarakat untuk mengikuti kaidah hukum yang berlaku dan jangan sampai melanggar aturan tersebut,” paparnya.

Lanjutnya,”bahkan masyarakat secara swadaya memberikan dukungan kepada bu kasun untuk menyewa pengacara dari malang, hal ini dilakukan masyarakat untuk membebaskan pak Tomi, saya selaku kepala desa juga berharap agar permasalahan ini segera selesai, dan hukum bisa ditegakkan seadil-adilnya” pungkasnya.

(an)