Polisi Cokok, Seorang Pembuat Tahu yang Nekat Hamili Gadis Dibawah Umur

Tersangka saat dimintai keterangan penyidik PPA Satreskrim Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : IAC (22), seorang pembuat tahu, asal Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur dibekuk aparat dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. Pasalnya tersangka nekat menghamili Pelangi (17), bukan nama sebenarnya yang merupakan tetangganya sendiri.

Akibat kejadian ini, Pelangi yang masih dibawah umur, melahirkan seorang bayi laki-laki berusia 8 bulan. Sedangkan pelaku sendiri diketahui memiliki istri dan seorang anak.

“Hubungan suami istri antara pelaku dan korban terjadi beberapa kali terakhir menurut pengakuan korban terjadi pada bulan Juni 2016 lalu,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat selaku, Kasat Reskrim Polres Jombang saat ditemui di kantornya pada, Selasa 1 Agustus 2017.

Baca:  Satresnarkoba Polres Ogan Ilir, Bekuk Pengedar Sabu

Masih menurut penjelasan Norman, peristiwa persetubuhan dibawah umur ini bermula saat pelaku mengajak jalan-jalan korban untuk mencari makan pada Kamis (5/11/2015) lalu. Karena saling kenal, korban menuruti ajakan pelaku. Sesampainya di semak-semak di wilayah Desa setempat, pelaku menghentikan motor lalu mengajak korban melakukan hubungan badan.

Lanjut Norman, karena korban mengetahui bahwa pelaku sudah memiliki istri dan anak, pelaku langsung menolak ajakan tersebut. Namun lantaran pelaku melancarkan rayuan dimana akan bertanggungjawab dan akan menceraikan istrinya demi menikahi korban. “Singkat kata korban akhirnya terbujuk sehingga persetubuhan dibawah umur tersebut dilakukan. Puncaknya korban tidak datang bulan yang ternyata korban dalam kondisi hamil,” ungkap Norman.

Baca:  Bekuk Tiga Pengedar Pil, Polisi Amankan Ratusan Butir Pil Dobel L

Imbuh Norman mengetahui dirinya hamil, korban bergegas menceritakan kehamilan yang dialaminya kepada pelaku. Mendengar pengakuan korban, pelaku panik. Akhirnya pelaku memilih memberikan sebuh ramuan jamu. Hanya saja meski sudah 10 kali minuman ramuan jamu, ternyata korban tetap tidak datang bulan.

“Pelaku juga mengatakan akan mengajak ke tukang urut agar kandungan korban keguguran. Namun belum sempat ke dukun, kehamilan korban diketahui pihak keluarga yang mana akhirnya dilaporkan ke kami,” tegas Norman.

Sementara itu petugas yang mendapat laporan dari keluarga korban, bergerak cepat untuk menangkap pelaku. Dengan pasrah, pelaku dapat ditangkap di rumahnya. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti diantaranya pakaian korban dan pelaku saat peristiwa persetubuhan terjadi.

Baca:  Selang setengah Jam, Polisi Amankan pelaku Tabrak Lari di Ponorogo

“Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkas Norman.(elo)