Eks Walikota Madiun Dituntut Sembilan Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

fptp : istimewa

KANALINDONESIA.COM, SIDOARJO: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang kasus korupsi atas terdakwa mantan Wali Kota Madiun Bambang Irianto,dengan agenda pembacaan tuntutan, Selasa(01/08/2017). JPU dari KPK menuntut Bambang Irianto dengan 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Selama pembacaan surat tuntutan yang tebalnya mencapai 300 halaman itu, terdakwa yang mengenakan baju batik warna biru terlihat beberapa kali menggelengkan kepala dan kebanyakan menundukkan wajah.

Dalam sidang yang dipimpin jaksa Feby Dwiyandospendy dibacakan surat tuntutan bahwasanya Bambang  telah melakukan tindak pidana korupsi serta gratifikasi dengan total nilai sekitar Rp 55 miliar.

Menurut jaksa Feby, uang senilai Rp 55 miliar yang dimiliki Bambang Irianto berasal dari setoran kontraktor, perijinan dan pemotongan honorarium pegawai.

“Dari sekitar Rp 55 Miliar uang diduga hasil korupsi dan gratifikasi, terdakwa hanya mampu membuktikan uang sekitar Rp 7 Miliar yang diperoleh dari pendapatan yang sah,” ucap jaksa Feby pada awak media.

Sementara persidangan ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 8 Agustus 2017 dengan agenda pembelaan dari penasihat hukum terdakwa.

Terdakwa terbukti secara sah melanggar dakwaan kesatu pasal 12 huruf 1 UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Dakwaan kedua, melanggar pasal 21B UU Nomor 31 1999 tentang Pemberantasan Tndak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

Selain itu, terdakwa juga terbukti melanggar dakwaan ketiga yakni melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana dan pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca:  Tiga Pilar Kelurahan Banaran, Pasang Banner Cantumkan Nomor Telepon Pribadi Siap Layani 24 Jam