Heboh Warga Ngoro Temukan, 500 Lebih Pluru Aktif Senjata Api

polisi saat evakuasi pluru aktif yang ditemukan warga

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Wahyudi (31) warga Desa Genuk Watu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, heboh dengan penemuan ratusan butir pluru aktif di pekarangan rumahnya. Kurang lebih 500 pluru aktif tersebut pertama kali ditemukan oleh Luluk (31) istri dari Wahyudi. Pasutri yang saat itu bersih-bersih diperkarangan belakang rumah, tanpa sengaja mereka menemukan peluru tersbut, didalam sebuah gentong tanah liat, sekitar pukul 15.30 WIB.

” Awalnya pada Senin sekitar pukul 15.30 WIB, saya menemukan satu peluru di bawah pohon pisang, selanjutnya tadi saya penasaran dan gali dibawah pohon pisang ternyata ada ratusan peluru aktif,” kata Wahyudi pada sejumlah awak media, pada Selasa 1 Agustus 2017.

Baca:  Disnaker, Pastikan Seluruh Perusahaan di Jombang Bayarkan UMK 2017 sesuai Ketentuan yang Berlaku

Lanjut Wahyudi, atas penemuannya tersebut, pihaknya segera melaporkan temuannya ke pihak aparat Desa dan dilanjutkan ke Polsek Ngoro. Mendapat laporan itu, tak lama, petugas dari Polsek Ngoro pun tiba di lokasi.

“Kita langsung turun ke tempat kejadian perkara  (TKP). Kita juga sudah mintai keterangan dari beberapa saksi, dan sekarang peluru tersebut kita evakuasi ke Polsek, utnuk kepentingan lebih lanjut,” ujar AKP Chairuddin di lokasi penemuan peluru tersebut.

Masih menurut Chairuddin, setelah tim lakukan evakuasi peluru aktif tersebut akan kita serahkan ke Polres Jombang. Selain itu, ratusan peluru tersebut akan langsung dikirim ke Labfor cabang Surabaya untuk mengetahui jenis dan melacak asal muasal peluru tersebut.

Baca:  Semen Indonesia Realisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat Senilai Rp7,25 M di Kabupaten Tuban

“Kita sudah laporkan hal ini kepada atasan, kami juga menghimbau kepada masyarakat yang menemukan barang serupa untuk melaporkan ke pihak berwajib terutama penemuan bahan peledak,” pungkasnya

Saat disinggung terkait adakah penemuan serupa seperti ratusan peluru aktif tersebut, sebelumnya, Chairuddin menuturkan, bahwa ini baru yang pertama adanya temuan seperti peluru aktif yang kita evakuasi saat ini.(elo)