Terkait Prona, Kades Sudimoro dan Perangkat Desa Diperiksa Polisi

 

AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Makmun Efendi Kepala Desa Sudimoro, dan sejumlah perangkat Desa, diperiksa unit Tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Jombang, terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap program Proyek Operasi Agraria (Prona) 2017 di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“ kemarin Kadesnya kita periksa selam 6 Jam. Dan hari ini kita periksa saksi-saksi lain termasuk perangkat Desa,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat saat ditemui dikantornya pada Selasa, 1 Agustus 2017.

Ketika disinggung sudah adakah tersangka yang ditetapkan oleh pihak Kepolisian, Norman menjelaskan, bahwa untuk sementara kita masih dalami dan tahapnya masih penyelidikan, sejumlah barang bukti dan keterangan saksi sudah kita kantongi.” Nanti kita akan ekspose terkait perkembangan kasus ini mas, sementara kita masih bekerja,” tegasnya.

Baca:  Polres Madiun Gerebek Judi Sabung Ayam

Sementara itu Makmun Efendi selaku Kades Sudimoro saat dikonfirmasi di Polres Jombang, pihaknya memilih diam dan enggan memberikan komentar.” Gak usah mas, gak usah mas,” tukasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, sejak mencuatnya perkara dugaan pungli Prona yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa Sudimoro, kini bebarapa warga yang mengurus, tidak dikenakan biaya, namun sebelumnya dari beberapa warga Desa setempat, ada yang dikenakan biaya hingga jutaan rupiah. ” beberapa warga yang mengurus dikenakan uang hingga 4 juta mas,” ungkap SK warga Sudimoro yang mewanti wanti namanya untuk dipublikasikan.

Sebanyak 24 desa yang mendapat jatah program prona 2017. Tersebar di 12 kecamatan, salah satunya Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh dengan estimasi jatah rata-rata 500-600 bidang per-desa. Jika tiap Desa ada 500 bidang dan per bidangnya dikenakan biaya 700 ribu, maka uang yang terkumpul nilainya ratusan juta rupiah.(elo)

Baca:  Grebek Judi Remi, 1 Orang Diamankan Polisi