Wadul LSM Tanahnya Dicaplok Pemdes, Warga Diancam Akan Dipolisikan

Agus warga Sumberjo, sembari menunjukkan surat hibah dari Desa dan Sertifikat tanah yang sudah berubah ukuran luasnya

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Agus Iswanto warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Jombang Jawa Timur, yang mengadu ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atas adanya pencaplokan tanahnya oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, kini diancam akan dilaporkan polisi, oleh oknum yang mengatasnamakan Pemdes.

“niki wau pak lurah e sanjang kulo (ini tadi pak lurahnya bilang ke saya),  kulo diken njabut tuntutan kulo mas (saya disuruh mencabut tuntutan saya mas),  kulo pun di laporkan ke polisi (saya sudah dilaporkan ke Polisi),” kata Agus pada kanalindonesia.com, melalui aplikasi WhatsApp (WA), pada Selasa 1 Agustus 2017.

Baca:  Kades Sukorejo, Dilaporkan BPD Ke Kejaksaan Negeri Jombang

Saat ditanya terkait apa penyebab pihaknya dilaporkan pada pihak yang berwajib, Agus mengaku pihaknya, tidak mengetahui secara pasti, namun pagi tadi, pihaknya didatangi oleh mantan Kades, dan diberitahu bahwa pihaknya sudah dilaporkan.” Yang datang tadi Pak Heri suaminya Bu Kades. Istri saya juga tahu soal, saya mau dilaporkan Polisi,” ungkap Agus.

Imbuh Agus, pihaknya merasa bingung dan merasa terintimidasi atas tindakan, yang dilakukan oleh mantan Kades tersebut, pasalnya mantan Kades tersebut, mengatakan sudah dilaporkan pada Polisi, namun mantan Kades, tak bisa menunjukkan surat Laporan Polisi (LP).

Sementara itu AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, mengaku tidak ada laporan masuk terkait masalah di Desa Sumberjo, dengan nama Agus sebagai terlapor.” Gak ada laporan masuk mas,” tukas Norman.

Baca:  Lemonilo Perkenalkan The Baldys Sebagai Brand Ambassador

Diberitakan sebelumnya tanah warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, Jombang Jawa Timur, di minta oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat seluas 3 M, untuk dijadikan jalan Desa. Kini Pemdes kembali meminta tanah warga seluas 0,5 M untuk dilakukan pavingisasi jalan Desa.

Beberapa warga Desa yang menolak tanahnya diminta Pemdes, untuk pembangunan pavingisasi oleh Kades tersebut, mendatangi kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), guna mengadukan perlakuan sewenang-wenang Pemdes.(elo)