Teguhkan Generasi Muda Pancasila

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Lentera Indonesia Insitutedan OC (outstanding career) Indonesia gelar dialog kebangsaan di gedung Cadika Kwarcab Pramuka Ponorogo yang diikuti lebih dari 200 peserta berasal dari Ormas, OKP, BEM se-Ponorogo dan OSIS se-Ponorogo, Senin(31/07/2917).

Maraknya organiasi masyarakat (Ormas) yang mengancam keutuhan Negara Kesatuaan Negara Indonesia (NKRI) akhir-akhir ini membuat LENTERA INDONESIA dan OC Indonesia turun tangan, untuk mengantisipasi munculnya radikalisme. Ini terbukti dengan menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo dan seluruh Lapisan masyarakat Kota Reog.

Dialog kebangsaan mengusung tema “Dengan Semangat Nasionalisme Kita Perkokoh Persatuan Indonesia dari Ancaman Gerakan Anti Pancasila”.

Dialog kebangsaan berhasil mendatangkan tiga narasumber, diantaranya; praktisi kebangsaan dari UIN Jogja Aris Risdiana, S.Sos.I, M.M, ketua GP Ansor Ponorogo Syamsul Ma’arif, SPd.I, MPI PW Muhammadiyah Jatim, Rohmadi dengan moderator Laily Humam Miftahudin.

Baca:  Sukseskan Pilgub, KPU Jawa Timur Simulasi Pencoblosan Di Tenggulun Lamongan

Ketua PC PMII Ponorogo, Hendrik Eko Julianto mengatakan,” kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang punya nasionalisme tinggi demi Indonesia kedepan dan keutuhan NKRI,”ucapnya pada kanalindonesia.com.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai wadah pengetahuan tentang Pancasila bagi generasi muda, dimana Pancasila merupakan rumusan idelogi bangsa yang digagas berdasarkan agama, ekonomi dan kebudayaan bangsa.

“Jadi, Pancasila sudah lengkap, jangan lagi ada klasifikasi bahwa pancasila itu bukan Islam. Ini yang kita tekankan bagi generasi penerus bangsa. Dengan dialog bersama praktisi dan akademisi ini, bila ada ormas yang ingin merusak keutuhan bangsa, kamilah yang  akan menjadi garda terdepan membela NKRI,” ujarnya.

Baca:  Teror Bom di Surabaya, Moeldoko Himbau Masyarakat untuk Tenang dan Tidak Panik

Hal serupa diutarakan, ketua GP Ansor Ponorogo Syamsul Ma’arif dalam paparannya mengatakan bahwa Indonesia berdiri diatas air mata pahlawan-pahlawan yang gugur di medan perang yang berangkat dari berbagai macam agama dan kebudayaan. Sehingga aspek pluralitas di negeri ini cukup kental dan keragaman itu wajar karena sesuai dengan yang ada di kita Allah.

“Sebagai generasi kita harus menjaga kemerdekaan ini dari rongrongan oknum-oknum  yang ingin memecah belah Negara Indonesia. Salah satunya dengan gerakan anti Pancasila. Sehingga penting bagi kita menjaga imunitas individu untuk meneguhkan Pancasila sebagai dasar  Negara. Dengan penguatan imunitas individu maka faham Pancasila kita tidak akan melenceng,”ujarnya.

Disisi lain dari dialog kebangsaan yang dilaksanakan Lentera Indonesia Institute dan OC Indonesia dengan PMII cabang Ponorogo, disepakati bersama bahwa meneguhkan empat pilar Negara (NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Pancasiladan UUD 45) menjadi consensus bersama dan final.(*)

Baca:  Pasca Cuaca Ekstrim, Harga Daging Ayam Potong di Pamekasan Mulai Naik