Mewarisi Tradisi Pelepasan Calon Jamaah Haji

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Masyarakat di Sumberwudi Karanggeneng Lamongan, Jawa Timur, memiliki tradisi unik saat musim haji. Tradisi yang disebut ngeterna atau mengantar jemaah haji merupakan kebiasaan yang telah dilakukan turun temurun dan ditunggu-tunggu masyarakat.

Seperti pada Rabu (2/7/2017), hari ini merupakan jadwal keberangkatan jemaah calon haji rombongan dalam kloter 20. Para calon Jama’ah Haji berangkat dari rumah dengan berjalan kaki diiringi oleh keluarganya.

“Tahun ini Warga Desa Sumberwudi yang berangkat Haji ada 12 orang, begitu ramai jalanan desa ketika mereka berangkat ke Masjid bersama-sama dengan waktu yang sama pula yaitu jam 06.00 pagi”, kata Syakuri (42), Kepala Desa yang ikut melepas warganya.

Baca:  Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban Resmikan Masjid Nan Megah di Desa Ranuwurung

Meskipun meninggalkan pekerjaan rutinnya, Warga Desa Sumberwudi tumpah ruah di Masjid Desa untuk ikut melepas keberangkatan calon jama’ah haji tersebut. “Walau tidak memiliki hubungan kekerabatan, mereka tetap datang ke Masjid walau hanya sekedar bersalaman saja”, Ucap Budi Irawan (40) salah satu warga yang turut hadir.

Yang unik dari tradisi ini, kata Budi Irawan, setelah jemaah haji Desa Sumberwudi diberangkatkan menuju Lamongan, masyarakat melanjutkan kembali pekerjaannya, padahal banyak warga desa ini pekerjaannya sebagai pedagang di pasar harian.

“Terus terang saya tidak tahu kapan tepatnya tradisi ngeterna haji ini dimulai. Kata orangtua saya, sudah sejak buyut sudah ada tradisi ini. Ya berarti sudah 50 tahun lebih,” ucap Sulikah (55), seorang pengantar calon jemaah haji.

Baca:  Materi Sosiologi Terapan, Hal Menarik Bagi Siswa Membaca Suatu Kondisi di Masyarakat

Mereka berpandangan ibadah Haji adalah ibadah fisik yang tempatnya juga cukup jauh, jadi ada keprihatinan keluarga yang cukup tinggi, oleh karena itu keluarga berharap mereka yang berangkat dengan selamat serta pulangnya pun juga selamat.

Selain itu mereka juga punya keyakinan kalau namanya dipanggil oleh Jamaah Haji di tanah suci mereka cepat atau lambat pasti bisa berangkat juga maka mereka menitipkan pesan tersebut. (omdik)