RPH Kricak Diacak-Acak Pelaku Ilegal Loging

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Petugas dari Polhut dan anggota Polsek Pitu mengamankan barang bukti kayu glondongan yang diduga merupakan hasil curian hutan setempat.

Pencurian kayu atau illegal loging di hutan belakangan ini kian mengkhawatirkan mengancam konservasi alam dan berdampak langsung terhadap keragaman populasi didalamnya. Sayangnya, para pengrusak beralibi demi persoalan perut atau nafkah keluarga.

Seperti kejadian illegal loging di Petak 15B RPH Kricak masuk wilayah Kecamatan Pitu, Ngawi, petugas Perhutani setempat menemukan adanya indikasi pencurian kayu jati.

Setelah dilakukan pengecekan dan penyelidikan disekitar kawasan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB Selasa kemarin, (01/08/2017), petugas menemukan tujuh batang gelondong kayu jati berbagai ukuran di rumah Sadin (70) warga Dusun Ngrandu, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu.

Baca:  Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tempe di Ngawi Kurangi Ukuran

Dihadapan petugas, Sadin mengaku jika kayu yang berada disekitar rumahnya itu tidak lain milik TR (45) keponakanya.

“Sebelumnya petugas Perhutani memberikan informasi kepada kami kalau di Dusun Ngrandu ada beberapa batang kayu jati berbentuk gelondongan. Setelah dilakukan pengecekan di rumah Pak Sadin memang benar ditemukan kayu jati itu dan ternyata kayu itu titipan TR yang sekarang melarikan diri, terang Kapolsek Pitu Iptu Subandi, Rabu (02/08/2017).

Untuk mengamankan barang bukti, pihaknya langsung mengangkut ke tujuh batang kayu jati ke Mapolsek Pitu guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dijelaskan Iptu Subandi, kapasitas Sadin sekarang ini sebatas saksi dalam perkara dugaan kasus illegal loging.

Hanya saja kepada TR diharapkan untuk segera menyerahkan diri kepada polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. (dik)

Baca:  Lengan Sekdes Banyoneng Laok Nyaris Putus Dibacok Orang Tak Dikenal