Poros Ekonomi China, Hong Kong dan Indonesia ditawarkan dalam Inisiatif Belt and Road 

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Bertempat di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, baru-baru ini berlangsung seminar bisnis bertajuk “The Belt and Road Initiative: Connecting China, Hong Kong dan Indonesia”.

Seminar ini dilaksanakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) dan Hong Kong Economic and Trade Office di Jakarta (HKETO).

Dalam seminar tersebut, HKTDC dan HKETO mengundang 6 pembicara ahli dari berbagai latar belakang yang beragam untuk berbagi wawasan terkait “The Belt and Road Initiative” dan manfaat ekonominya bagi Tiongkok, Hong Kong dan Indonesia. 

Pembicara dalam seminar tersebut adalah Paul Chan selaku Sekretaris Keuangan Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Hu Xiao Shan selaku Sekretaris Pertama (Ekonomi & Komersial) Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Thomas Lembong selaku Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, Dino Patti Djalal selaku Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), James Cameron selaku Co-Head Infrastructure and Real Estate Group HSBC di Asia Pasifik dan Nicholas Kwan selaku Direktur Riset HKTDC.

Dalam seminar tersebut, peserta mendapat pengetahuan yang komprehensif mengenai besarnya keuntungan ekonomi serta potensi kerjasama yang dapat dinikmati oleh Tiongkok, Hong Kong dan Indonesia melalui inisiatif Belt and Road ini

Hu Xiaoshan menyebutkan bahwa Kebijakan Program Jalan Tol Laut yang diluncurkan Pemerintah Indonesia memiliki visi yang sama dengan inisiatif Belt and Road. Oleh karena itu, Tiongkok dan Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun hubungan yang lebih erat dan terus meningkatkan konektivitas serta perdagangan maritim antar kedua negara.

Nicholas Kwan juga menyatakan bahwa Hong Kong, sebagai pusat keuangan, logistik dan layanan maritim global di bawah dukungan penuh dari Tiongkok mampu memainkan peran yang unik sebagai super-connector yang menghubungkan Tiongkok dan wilayah Belt and Road, termasuk Indonesia.

James Cameroon juga menyatakan dukungannya kepada inisiatif Belt and Road ini. 

“Indonesia tepat berada di Belt and Road dengan infrastruktur dan perdagangan sebagai fokus utama. Terdapat keselarasan yang jelas antara inisiatif ini dan kebutuhan infrastruktur di Indonesia. Investasi yang ditawarkan Belt and Road tidak hanya bagi perusahaan Tiongkok, namun juga bagi penduduk lokal, baik yang berada dalam tahap pengembangan maupun operasional,” jelas James Cameroon.

Dalam beberapa tahun terakhir HKTDC terus menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan Hong Kong sebagai pusat bisnis yang ideal bagi perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan peluang bisnisnya. 

Inisiatif Belt and Road memungkinkan Hong Kong menyediakan layanan yang berbeda. Misalnya, HKTDC telah menyelenggarakan berbagai pameran dan sejumlah sesi yang sesuai dengan bisnis.@Fatih

Baca:  Mau Tau Pemenang Baznas Award 2019?