Penggalang Pasir, Diamankan Polisi Setelah Setubuhi Gadis Dibawah Umur

tersangka pelaku persetubuhan dibawah umur saat diamankan di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : MR (21) seorang pemuda asal Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur dibekuk aparat dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. Pasalnya tersangka nekat menghamili Kenanga (16), bukan nama sebenarnya yang merupakan tetangganya sendiri.

Akibat kejadian ini, Kenanga yang masih dibawah umur, hamil hingga kini usia kandungannya sudah 8 bulan. Sedangkan pelaku sendiri diketahui memiliki istri dan seorang anak.

“korban mengenal tersangka sejak bulan November 2016 lalu. Tersangka mengenal korban dikarenakan tersangka bekerja sebagai penggalang pasir yang kebetulan letaknya dekat dengan rumah korban,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat selaku, Kasat Reskrim Polres Jombang saat ditemui di kantornya pada, Selasa 2 Agustus 2017.

Baca:  Pantura Lamongan Tempat Peredaran Karnopen, Tiga Pengedar Tertangkap

Masih menurut penjelasan Norman, peristiwa persetubuhan dibawah umur ini bermula saat pelaku mengajak jalan-jalan korban selanjutnya tersangka berjanji akan membelikan HP dan akan menikahi korban. Karena termakan bujuk rayu tersangka, akhirnya korban disetubuhi di areal pemakaman cina di sekitar Kabuh.

Lanjut Norman, saat korban mengetahui bahwa dirinya hamil, akhirnya korban meminta pertanggungjawaban ke tersangka, dan karena korban mengetahui bahwa pelaku sudah memiliki istri dan anak. Korban selanjutnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polisi.

“petugas yang mendapat laporan dari keluarga korban, bergerak cepat untuk menangkap pelaku. Dengan pasrah, pelaku dapat ditangkap di rumahnya,” ungkap Norman.

Imbuh Norman, selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti diantaranya  pakaian korban dan pelaku saat peristiwa persetubuhan terjadi. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Jombang untuk kepentingan lebih lanjut.

Baca:  Unit Resmob Polres Ponorogo Amankan Pelaku Judi Dadu

“Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkas Norman.(elo)