Muscab II, Imam Hambali Kembali Nahkodai DPC Hanura Tulungagung

Jajaran pengurus DPD Jatim dan DPC Tulungagung Partai Hanura foto bersama usai digelarnya Muscab II ( foto ; kanalindonesia.com)
Jajaran pengurus DPD Jatim dan DPC Tulungagung Partai Hanura foto bersama usai digelarnya Muscab II ( foto ; kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Muscab II Partai Hanura mulai dilakukan ditahun 2016 ini, hal itu untuk memilih ketua dan susunan kepengurusan DPC yang baru. Seperti halnya Kabupaten Tulungagung yang masih dipimpin oleh ketua DPC lama Yaitu Imam Hambali, Minggu (24/07/2016).

Sesuai dengan mekanisme Musscab yang telah disosialisasikan beberapa waktu lalu, pemilihan ketua DPC, haruslah melalui rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP yang mana telah diusulkan dan dijaring terlebih dahulu oleh DPD. Sehingga dalam pelaksanaan Muscab nantinya, pemilihan ketua DPC dilaksanakan secara aklamasi dengan membacakan rekom yang telah dikeluarkan oleh DPP yang disetujui oleh Ketua Umum Partai Hanura, H. Wiranto.

Bertempat di Balai Rakyat Jalan Kartini, Muscab II DPC Partai Hanura Tulungagung digelar dengan dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPD Partai Hanura Jatim dan Ketua DPD H. Kelana Aprilianto, serta jajaran dan para ketua partai, Minggu (24/07/2016).

Muscab berjalan lancar dan kondusif , berhasil menetapkan Imam Hambali atau bisa dibilang ketua lama (incumbent) yang masih menjadi Ketua DPC Hanura Kabupaten Tulungagung, untuk periode 2016-2021 mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Hanura Jatim, H. Kelana Aprilianto menyampaikan selamat kepada ketua DPC terpilih, dan mengingatkan akan tanggungjawab ketua DPC terpilih untuk segera menyusun kepengurusan hingga tingkat anak ranting, dan merekrut kader-kader dalam rangka menyambut Pemilu 2018.

“Mari berjuang untuk membesarkan partai yang kita cintai ini. Bekerjalah sesuai hati nurani agar dicintai masyarakat. Tunjukkan pengabdian kita dengan bersama-sama pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Tulungagung. Jadilah pejuang partai,” ucap pria yang akrab dipanggil Mas Kelana ini.

Disisi lain, meski pelaksanaan Muscab di dalam gedung, namun untuk menjamu para tamu undangan dan peserta, panitia menyediakan aneka ragam panganan dan minuman dari para pedagang kaki lima yang dipanggil beserta rombong dagangannya.

Hal tersebut dikatakan Mas Kelana, sebagai cara pendekatan kepada masyarakat kecil dengan memanfaatkan UKM/IKM PKL dan juga menunjukkan bahwa Muscab yang dilakukan bersifat terbuka dan transparan tanpa adanya unsur paksaan.

Gendut marmoyo