Tiga Tersangka Eksekusi dan Memperkosa Sepasang Kekasih di Pantai Rongkang Di Dor

KANALINDONESIA.COM, BANGKALAN: Tidak lebih dari sebalas hari, tiga dari lima tersangka yang mengeksekusi dan memperkosa sepasang remaja bernama Ahmad (20) dan Ani Fauziyah Laili (17) dua- duanya warga Desa Banyubesi Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan Jatim. Dimana mayatnya ditemukan membusuk pada tanggal 22 Juli 2017 dipantai Rongkang Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kanyar Kabupaten Bangkalan.

Ketiga tersangka yang di dor kaki kiri dan kaki kanannya itu, masing- masing residivis kambuhan yang pernah mendekam dipenjara Moh. Jeppar (28) dan Muhammad (32) dua-duanya warga Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar dan Moh.Hajir (52) Dusun Maddungan Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan.

Sedangkan dua tersangka lainnya, Sohib (35) Dusun Bagungan Desa Kwanyar Barat dan Mat Beta (33) Desa Batah Barat Kecamatan Kwanyar hingga saat ini jadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca:  Timsel Gelar Tes Psikologi 23 Calon Anggota KI Kabupaten Bangkalan

“Moh.Jeppar kami tangkap di kawasan Suramadu, Muhammad dan Moh.Hajir ditangkap dirumahnya. Sedangkan motif pembunuhan yang disertai perkosaan secara bergantian oleh ketiga  tersangka, ingin mengusai barang milik korban,” terang Kapolres Bangkalan, AKBP Anisulla M.Ridha kepada belasan awak media saat menggelar press release di Mapolres Bangkalan, Kamis, (3/8/2017).

Barang bukti berupa satu unit sepeda motor honda beat warna magenta hitam, STNKB. M-3453-GA, dua buah plat nomor. nopol M-3453-GA, dua buah gelang emas, – satu buah cincin emas dan sepasang anting emas disita dari tangan Moh. Jeppar. Sedangkan satu potong baju hem batik lengan pendek warna kuning kecoklatan disita dai tangan Moh.Hajir,m sebilah celurit dan sepotong kaos lengan pendek warna biru dengan tulisan Sedudo disita dari Muhammad.

Baca:  Pernah Jadi Pengisi Acara MeMiles, Penyanyi Pingkan Mambo Penuhi Panggilan Polda Jatim

” Ketiganya akan dikenakan pasal 340 KUHP dan atau pasal 339 KUHP dan atau pasal 365 ayat (4) KUHP jo pasal 80 ayat (3) UURI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 55 ayat (1) ke (1)KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkas Anisulla. (yans)