Golkar Koalisi PDIP Pilbub 2018, Ketua DPD PAN Siapkan Opsi Politik Lain

Ketua DPD PAN Jombang Ahmad Saichu (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan.

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung Ali Fikri, mantan Wakil Bupati Jombang untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jombang 2018. Keputusan tersebut diambil saat konsolidasi DPD, DPC di Desa Johoclumprit Kecamatan Sumobito, Kamis (25/5) lalu.

Karena tidak bisa mengusung sendiri calon, akibat PAN hanya memiliki 3 kursi di DPRD, akhirnya PAN menjalin komunikasi politik dengan partai politik (Parpol) lain. Termasuk juga dengan Partai Golkar. Namun dengan adanya penandatangaan koalisi antara Golkar dengan PDIP, partai berlambang matahari ini akhirnya menyatakan akan melakukan opsi politik lain untuk ke depannya dalam Pilbup 2018.

Baca:  PDIP Trenggalek Amankan Rekom Rakornas, Siap Raih 12 Kursi di Pileg

“Kami juga sudah bertemu dengan pak bupati (Nyono) untuk membahas kerjasama sebelum ada acara (Golkar – PDIP). Namun dengan ada kabar duet Golkar – PDIP dalam Pilbup maka kita juga akan melakukan tinjauan atau opsi politik lain meski kita pernah menggadang kader kami (red : Ali Fikri) mendampingi pak Nyono,” kata Ahmad Saichu selaku Ketua DPD PAN Jombang, kepada wartawan, Jumat 4 Agustus 2017.

Masih menurut Saichu, sejauh ini, PAN juga sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai politik selain Golkar. Sebab tidak ada satupun partai politik di Jombang yang bisa mengusung pasangan sendiri dalam Pilbup 2018.

“Tidak ada yang bisa mengusung sendiri makanya kita terus melakukan komunikasi politik dengan partai politik yang ada. Sebab pangsa pasar dalam survei yang kita lakukan calon kami, banyak yang menghendaki kembali ke pemerintahan dengan pengalamannya sebagai wakil bupati 2003 hingga awal 2008,” paparnya.

Baca:  Cak Imin : PKB akan Segera Putuskan Nama untuk Pilgub Jatim

Lanjut Saichu, menyikapi konstalasi politik ini, komunikasi yang dilakukan PAN dengan partai politik lain juga menyesuaikan target agar kadernya bisa dicalonkan. “Mesin politik terus bekerja. Politik ini dinamis sehingga terus melakukan penjajakan,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, tidak ada satupun partai politik di Kabupaten Jombang yang bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi. Sesuai Perppu No 1/2014 tentang Pilkada, yang mensyaratkan minimal parpol atau gabungan parpol pengusung  20 persen (10) kursi DPRD atau 25 persen suara.

PDIP sebagai partai pemenang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 hanya memperoleh 9 kursi dengan 130.137 suara dari total 50 kursi yang diperebutkan. Disusul PKB yang memperoleh 8 kursi dengan 121.574 suara. Urutan ketiga Partai Golkar dengan 7 kursi (115.395 suara). Kemudian Partai Demokrat 6 kursi (62.376), PKS 5 kursi (59.035 suara), PPP 4 kursi (65.340 suara), Nasdem 4 kursi (38.711), PAN 3 kursi (50.589 suara), Gerindra 2 kursi (36.124 suara), dan Hanura 2 kursi (33.036 suara).(elo)

Baca:  Sikapi Merebaknya Wabah Covid-19, DPD PAN Pamekasan Gelar Temu Kader Mellenial Partainya