Empat Anak Punk Terjaring Razia Polres Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Empat anak punk terjaring razia petugas SatSabhara, Polres Ponorogo di persimpangan Dengok, Desa Madusari, Siman, Ponorogo, Sabtu(05/08/2017).

Keempat remaja tanggung yang terdiri dari dua wanita dan dua laki-laki ini berasal dari beberapa kota yang diantaranya dari Blitar, Malang, Pasuruan dan termasuk juga salah satunya kelahiran Ponorogo.

“Sebelumnya kita mendapatkan keluhan dari masyarakat, tentang keberadaan anak punk yang dianggapnya mengganggu pandangan, yang kemudian kami tindakkanjuti dan berhasil melakukan razia terhadap empat anak punk di seputaran persimpangan Dengok,”ucap Kasubnit Dalmas 2 Satbhara Polres Ponorogo, Aiptu Yudi Tri Wahono.

Keempat anak punk ini selain di data, juga diberikan sanksi menyanyikan lagu-lagu nasional, lagu Indonesia Raya dan hormat bendera dihalaman Mapolres Ponorogo dibawah terik matahari.

Baca:  PGIN Lantik 28 Pengurus di Trenggalek

Tak hanya itu, anggota SatSatbhara juga melakukan pembinaan dengan memberikan nasihat kepada mereka, yang kemudian keempatnya bergantian disuruh mandi.

Usai itu keempatnya kemudian diantar ke Dinas Sosial Ponorogo.

“Kita bawa ke Dinsos, dan kita kordinasi untuk ditindaklanjutnya,”tegas AIPTU Yudi Tri Wahono.

Saat ditanya salah satu anak punk mengaku,”selama dirumah saya tidak dianggap oleh orang tua,”ucap Viky, salah satu anak punk yang  lahir di Ponorogo dan mengikuti orang tuanya pindah ke Pasuruan.

Cewek sulung dari tiga bersaudara ini mengaku jika seharusnya dia saat ini sudah kelas 2 SLTA namun dia tak bisa melanjutkan sekolah karena menurutnya kurang mendapat perhatian dari orang tua.

Baca:  Koramil 0802/08 dan Polsek Sampung Ponorogo Edukasi Pemuda Carangrejo Tentang Bahaya Balon Udara

Iapun kemudian bergabung dengan sejumlah anak punk dan hidup berpindah-pindah dari satu kota dan kota lainya.

Selama ini, dia mengaku untuk kebutuhan makan mereka dengan cara mengamen, dan bahkan harus meminta-minta sisa makanan di warung yang dilewatinya.

“Untuk makan ya ngamen mas, kadang kita nyampah(minta sisa makanan ke warung),”ungkap Viky.(*)